
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Maraknya kasus pencurian yang terjadi di Banjar Pangkung Apit, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana sangat meresahkan warga setempat. Belasan aksi pencurian yang terjadi di beberapa titik ini, membuat warga harus rela menggelar ronda malam secara bergantian. Parahnya, hingga kini pelaku pencurian belum terungkap.
“Kejadian (pencurian) sudah mulai terjadi sejak akhir Juli lalu, berturut turut sampai sekarang,” kata Ngurah PW, warga setempat saat dihubungi, Jumat malam 17 September 2026.
Ia menuturkan, ada sembilan titik rumah warga yang telah dibobol maling. Dengan total 12 kali terjadi aksi pencurian. “Karena ada satu titik itu lebih dari satu kali kejadian. Ini di satu banjar saya, Banjar Pangkung Apit, termasuk saya jadi korban juga,” ujarnya.
Menurutnya, pencuri menggasak sejumlah barang berupa emas, uang cash hingga barang berharga lainya dari rumah korban. “Rata rata emas dan uang cash. Tapi kalau di rumah saya, emas perhiasan sekitar 8 gram, uang sebesar Rp.1.950.000 dan sertifikat tanah,” akunya.
Ngurah WP mengaku telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Mendoyo, setelah aksi pencurian yang dialaminya pada tanggal 4 Agustus 2026 lalu. Aparat juga telah menindaklanjuti dan melakukan olah TKP di rumah korban.
“Setelah saya, ada lagi tiga rumah yang mengalami pencurian, bulan Agustus sampai September. Yang terakhir di rumah tetangga saya Pak Gede Suamar, tanggal 13 September kemarin. Total kerugian sekitar Rp3 jutaan, uang dan emas,” tuturnya. Namun sayang, kata Ngurah WP, korban terakhir Gede Suamar tidak melaporkan pencurian tersebut kepada aparat.
Sederet aksi pencurian ini, membuat warga dan korban geram. Warga Banjar Pangkung Apit kemudian menggelar aksi ronda malam secara bergilir setiap malam. Namun, hingga saat ini, pelaku pencurian belum juga terungkap. Anehnya saat ronda malam berlangsung, aksi pencurian tidak terjadi lagi. Namun setelah ronda dihentikan, muncul kembali aksi serupa.
“Setelah kejadian di rumah saya, warga langsung menggelar ronda malam. Hanya berjalan dua Minggu, karena kesibukan dan anggaran dari desa tidak ada, ronda malam terhenti. Ronda selesai, eh malah ada pencurian lagi,” ujarnya.
Ngurah WP dan warga berharap, kasus pencurian di banjarnya bisa segera terungkap dan pelaku bisa tertangkap, karena sudah sangat meresahkan dan membuat sebagian warga was was. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Mendoyo, Kompol Wayan Sartika membenarkan terjadinya aksi pencurian tersebut. Namun, ia juga menyayangkan, tidak semua korban melaporkan kasus tersebut kepada aparat.
“Tidak semua melapor. Kasus ini kami masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman,” ujarnya singkat. CAK/IJN

