Ngantuk, Terios Hantam Truk di Jalur Tengkorak Pekutatan

0
16
Kondisi mobil Daihatsu Terios setelah mengalami kecelakaan di Kilometer 68-69, wilayah Banjar Dauh Pangkung, Desa/Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Selasa 14 Juli 2026. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Akibat kehilangan kesadaran sesaat saat mengemudi (micro sleep), sebuah mobil SUV Daihatsu Terios bernomor polisi DK 1586 ADU menghantam truk trailer di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk, Selasa 14 Juli 2026. Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.00 WITA ini mengakibatkan pengemudi Terios menderita luka parah.

Kecelakaan lalu lintas ini tepatnya terjadi di Kilometer 68-69, wilayah Banjar Dauh Pangkung, Desa/Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Peristiwa bermula saat Terios yang dikemudikan oleh Moh Basri (42) melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Saat memasuki kondisi jalan yang melandai dan menikung ke kiri, Basri diduga kuat terserang kantuk berat hingga mengalami micro sleep. Akibatnya, mobil hilang kendali, keluar jalur ke sisi kanan, dan langsung menghantam truk trailer bernomor polisi L 9990 UM yang dikemudikan oleh Agus Reza (26) dari arah berlawanan.

“Satu pengendara mengalami luka dalam, yakni patah tulang di bagian tangan kanannya akibat peristiwa tersebut,” ujar Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijiluw.

Benturan keras tersebut membuat bagian depan kanan mobil Terios ringsek parah. Kerusakan meliputi bumper depan, pintu, kaca spion, serta kaca pintu samping kanan yang pecah total. Selain itu, ban depan kanan robek dan velg-nya penyok.

Sementara itu, truk trailer mengalami kerusakan pada as penggerak, lecet di bumper depan kanan, serta besi pelindung bak kanan bawah yang bengkok. Total kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp30 juta.

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut telah dilimpahkan dan ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana.

Merespons kejadian ini, pihak kepolisian kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para pengguna jalan yang melintasi jalur rawan tersebut.

“Kami imbau agar pengendara tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan ketika kondisi sedang lelah, kurang fit, atau bahkan sakit. Karena itu bisa menyebabkan hal fatal yang merugikan diri sendiri serta orang lain,” tegas Kompol Benyamin. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here