Jembatan Bambu Roboh, BPBD Bantu 15 Keluarga Terisolasi di Yehembang Kauh

0
558
Petugas BPBD Jembrana memberikan bantuan kepada 15 KK warga Yehembang Kauh yang terisolasi akibat robohnya akses jembatan bambu, Kamis 3 April 2025. Sumber foto: istimewa /IJN.

JEMBRANA, (IJN) – Akses penghubung warga Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, lumpuh. Jembatan bambu yang menjadi urat nadi mobilitas warga roboh pada Senin 1 April 2025 lalu. Kondisi jembatan yang lapuk menjadi penyebab utama insiden, meski sebelumnya sempat diperbaiki oleh masyarakat.

Akibat kejadian ini, 15 kepala keluarga (KK) yang bermukim di seberang sungai terisolasi. Aktivitas sehari-hari mereka terhambat, terutama saat debit air sungai meningkat. Anak-anak kesulitan untuk pergi ke sekolah, dan kondisi darurat seperti membawa warga ke rumah sakit menjadi sangat sulit.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan asesmen ke lokasi kejadian. “Jembatan ini sebelumnya pernah roboh pada 16 Oktober 2022. Masyarakat telah bergotong-royong memperbaikinya, namun kembali roboh pada 1 April 2025 karena materialnya sudah lapuk,” ungkap Agus, Jumat 4 April 2025.

Saat ini, warga masih dapat melintasi sungai saat debit air rendah. Namun, kekhawatiran muncul ketika air sungai meluap. “Kami sangat khawatir, terutama saat anak-anak harus berangkat sekolah dan jika ada warga yang membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit,” tambahnya.

Menurut data dari Kelian Dinas setempat, 15 KK di Banjar Sekar Kejula Kelod terisolasi akibat kejadian ini. Pihak desa telah berupaya meminta bantuan dari berbagai pihak terkait, namun hingga saat ini belum ada realisasi.
Sebagai bentuk respons cepat, BPBD Jembrana telah menyalurkan bantuan berupa 15 paket sembako, 30 lembar matras BNPB, dan 15 paket kebersihan.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terisolasi dan menunjukkan kepedulian pemerintah,” ujarnya.

Warga berencana untuk kembali membangun jembatan bambu agar tetap dapat menyeberang saat air sungai meluap. Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat Jembrana untuk selalu waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

“Mari kita tingkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan untuk Jembrana Tangguh Bencana. Kenali ancamannya, kurangi risikonya,” pungkasnya. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here