Desa Mendoyo Dangin Tukad, Menyulap Tukad Mati Hingga Kreasi Rahasia Lengis Tandusan

0
64
ILUSTRASI- Gambar ini hanya ilustrasi dari perubahan Tukad Mati di Desa Mendoyo Dangin Tukad.

InfoJembrana.com | JEMBRANA- Gemericik air di celah bebatuan anak sungai Pergung sore itu terdengar seperti simfoni baru yang membawa harapan. Tak ada lagi kesan kumuh atau bau tak sedap yang dulu identik dengan “Tukad Mati” di belakang kantor Desa Mendoyo Dangin Tukad. Kini, aliran sungai sepanjang 2,10 kilometer tersebut telah bersolek cantik, dikelilingi rimbunnya pohon alpukat dan jambu air yang mulai menghijau di sepanjang tepiannya.

Bagi Anda yang merencanakan agenda wisata Bali Barat, desa ini menawarkan wajah Bali yang sangat bersahaja namun penuh inovasi. Siapa sangka, sebuah aliran sungai yang dulunya tak berfungsi dan kerap menyebabkan banjir tahunan, kini bertransformasi menjadi oase rekreasi. Langkah berani Perbekel I Made Oka Semarajaya menyulap area ini menjadi destinasi wisata kolam pancing adalah jawaban cerdas atas kejenuhan pandemi yang sempat melanda.

Magnet Baru untuk Penikmat Ketenangan Sebanyak 30.000 bibit ikan nila telah dilepas di sini, menciptakan tarian perak di bawah permukaan air yang kini jernih setelah dinormalisasi secara swadaya oleh warga. “Kami ingin kawasan ini tak hanya cantik, tapi juga memberi manfaat ekonomi,” ujar Semarajaya sembari menunjuk area yang nantinya akan menjadi spot memancing favorit warga dan wisatawan. Tempat ini menjadi alternatif sempurna untuk melepas penat tanpa harus merogoh kocek dalam, sebuah definisi sejati dari rekreasi yang membumi.

Aroma Lengis Tandusan yang Menggoda Namun, pesona Mendoyo Dangin Tukad tidak hanya berhenti di aliran sungainya. Masuklah lebih dalam ke pemukiman, maka indra penciuman Anda akan dimanjakan oleh aroma manis dan gurih dari minyak kelapa tradisional atau yang akrab disebut Lengis Tandusan. Di balik dapur-dapur rumah warga, kelompok ibu-ibu PKK “Sri Krambil” dengan telaten mengolah buah kelapa pilihan menjadi minyak murni.

Berbeda dengan minyak pabrikan, minyak kelapa produksi desa ini diolah secara tradisional sehingga memiliki aroma yang sangat khas dan khasiat yang melimpah, bahkan hingga digunakan untuk terapi spa. Melalui BUMDes, potensi perkebunan kelapa yang melimpah di Jembrana ini dikonversi menjadi produk unggulan yang kini mulai merambah rumah makan di seluruh Jembrana.

Kekuatan Akar Tradisi dan Alam Sobat pelancong, kekuatan desa ini terletak pada keseimbangannya. Dengan dukungan 19 Subak Sawah dan 42 Subak Abian, sistem irigasi di sini adalah salah satu yang terbaik. Hamparan tanaman pangan seperti padi dan kedelai, hingga buah-buahan lokal seperti duku dan rambutan, tumbuh subur berkat sentuhan tangan-tangan dingin masyarakatnya yang masih memegang teguh kearifan lokal.

Menghabiskan waktu di Mendoyo Dangin Tukad memberikan sudut pandang baru tentang arti sebuah perjalanan. Bukan sekadar swafoto di tempat mewah, melainkan merasakan bagaimana sebuah komunitas bergotong royong mengubah tantangan menjadi peluang. Dari sungai mati yang hidup kembali hingga tetesan minyak kelapa yang menghidupi keluarga, Mendoyo Dangin Tukad adalah bukti bahwa kecantikan Bali yang paling murni seringkali tersembunyi di balik ketulusan warga desanya. Jadi, sudah siapkah Anda menjelajahi sisi lain Jembrana ini? (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here