
JEMBRANA, (IJN) – Di bulan suci Ramadan, jajaran Polres Jembrana bersama Kodim 1617 Jembrana bergerak cepat mengantisipasi potensi permainan harga bahan pokok, khususnya beras. Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, bersama Dandim 1617 Jembrana, Letkol Inf. M. Adriansyah, terjun langsung melakukan pemantauan ke Gudang Bulog di Desa Penyaringan, Mendoyo, dan PT Jaya Baru Lestari di Desa Tegalbadeng Barat, Negara, pada Senin 3 Maret 2025.
“Menyambut bulan suci Ramadan, kami ingin memastikan stabilitas harga sembako, terutama beras, baik medium maupun premium,” ujar Kapolres Endang Tri Purwanto, ditemui saat sidak.
Dari hasil pemantauan, stok beras di Gudang Bulog Penyaringan dipastikan aman dengan ketersediaan 635 ton beras impor dari Vietnam, belum termasuk serapan gabah lokal dan dari penggilingan seperti UD Puspa. Sementara itu, PT Jaya Baru Lestari memiliki stok beras kemasan sebanyak 150 ton dan 1.500 ton gabah, yang diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Namun, di tengah jaminan ketersediaan stok, tim gabungan menemukan adanya indikasi pelanggaran Harga Eceran Tertinggi (HET) di Pasar Umum Bahagia Negara. Kapolres Endang Tri Purwanto mengungkapkan, sidak yang dilakukan mendapati harga beras di tingkat pedagang mencapai Rp16.000 per kilogram, melebihi HET yang ditetapkan sebesar Rp14.900.
“Kami langsung mengecek ke pedagang dan pembeli. Ternyata, harganya Rp16.000. Kami langsung perintahkan anggota untuk membeli beras di beberapa toko dan hasilnya sama,” ungkap Kapolres.
Menindaklanjuti temuan ini, Kapolres bersama Dandim berdiskusi dengan Direktur PT Jaya Baru Lestari. Dari penjelasan direktur, harga beras Srijati dari gudang ke pedagang adalah Rp14.700, masih sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nomor 5 Tahun 2024.
“Kami mengimbau seluruh pedagang untuk menghormati dan mematuhi peraturan HET yang telah ditetapkan. Untuk beras medium, HET-nya Rp12.500, sedangkan premium seperti Srijati maksimal Rp14.900,” tegas Kapolres.
Kapolres juga mengingatkan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan tidak segan menindak tegas pelaku penimbunan atau penaikan harga di atas HET dengan ancaman pidana.
Dandim 1617 Jembrana, Letkol Inf. M. Adriansyah, menambahkan bahwa pihaknya juga fokus pada penyerapan gabah dari petani. Ia memastikan harga serapan gabah di PT Jaya Baru Lestari mencapai Rp6.800, yang diharapkan dapat memberikan keuntungan yang layak bagi petani.
“Kami berharap harga dari UD Jaya Baru tetap dipertahankan, mudah-mudahan para petani bisa terbantu dengan harga yang diberikan dari serapan gabah tersebut.” Ujar Dandim Adriansyah.
Direktur PT Jaya Baru Lestari, Hendrik Asalim, menjamin bahwa stok beras aman dan harga beras premium merk Srijati tetap stabil di angka Rp14.700 per kilogram, tanpa ada kenaikan menjelang hari raya.
Dengan langkah-langkah proaktif ini, diharapkan stabilitas harga beras di Jembrana dapat terjaga selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga. CAK/IJN

