
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Sebuah gudang penyimpanan kertas milik Ismilia Shafira Buhri (32) di Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Jembrana, ludes terbakar pada Senin 19 Oktober 2026 malam. Diduga kuat, kebakaran dipicu oleh korsleting arus pendek listrik.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran (Kasi Damkar) Kabupaten Jembrana, Kade Bagus Darmawan, menjelaskan bahwa insiden tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Lukman, sekitar pukul 18.40 WITA.
“Saksi melihat kepulan asap tebal beserta kobaran api membubung dari gudang kertas yang saat itu dalam kondisi kosong. Saksi langsung menghubungi pemilik gudang,” ujar Kadek Darmawan, dikonfirmasi Senin malam.
Kronologi Kebakaran Gudang Kertas di Tegal Badeng Timur
Mendapat informasi tersebut, Ismilia segera memeriksa kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi. Setelah memastikan kobaran api kian membesar, ia bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) sambil meminta bantuan anggota Satpol PP Kabupaten Jembrana, I Gede Aryana, untuk meneruskan laporan ke Mako Damkar.
Menerima laporan darurat tersebut, Tim Regu 2 Damkar Jembrana langsung meluncur ke lokasi. Menggunakan empat unit armada pemadam, yakni Armada Altora, Hino Tembak, serta dua unit mobil tangki, petugas berhasil tiba di TKP dalam waktu 6 menit setelah laporan diterima pada pukul 18.45 WITA.
Kerugian Kebakaran Gudang Kertas Capai Rp75 Juta
Proses pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih 60 menit dengan menghabiskan sekitar 16.500 liter air. Selain menghanguskan bangunan gudang, kobaran api meratakan satu unit mesin pemotong kertas, 3 ton kertas karton, dispenser, perabotan kayu, serta kandang ternak yang berisi tiga ekor ayam dan dua ekor kelinci.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material yang dialami pemilik gudang diperkirakan mencapai Rp75 juta,” jelas Kade Darmawan.
Operasi pemadaman dinyatakan selesai dengan aman dan terkendali. Proses pendinginan serta pengawasan lanjutan dilanjutkan oleh Regu 3 Damkar guna memastikan tidak ada sisa titik api di sekitar lokasi. CAK/IJN

