Kehabisan BBM Sempat Hambat Pemadaman Kebakaran Pabrik Serabut Kelapa di Cupel

0
Damkar memadamkan kebakaran pabrik serabut kelapa di Cupel
Damkar berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda pabrik pengolahan serabut kelapa milik CV Duta Agro Seratindo di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Jembrana, pada Selasa malam hingga Rabu dini hari 14 Oktober 2026. Sumber foto: Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA — Upaya pemadaman kebakaran hebat yang melanda pabrik pemrosesan serabut kelapa CV Duta Agro Seratindo di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Jembrana, berujung dramatis. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana terpaksa menghentikan penanganan akibat kehabisan bahan bakar minyak (BBM) armada di tengah kepungan sisa bara api.

Peristiwa naas yang menimpa pabrik milik Budianto (50) tersebut dilaporkan terbakar sejak Selasa 13 Oktober 2026 malam pukul 19.10 WITA. Api dengan cepat merambat dan menghanguskan tumpukan serabut kelapa di area seluas kurang lebih 35 are.

Kebakaran Pabrik Serabut Kelapa Cupel: Pemadaman 8 Jam, 70.000 Liter Air

Kepala Seksi (Kasi) Damkar Jembrana, Kade Bagus Darmawan, mengungkapkan bahwa proses pemadaman berlangsung amat berat hingga memakan waktu lebih dari 8 jam. Sebanyak enam unit armada gabungan, terdiri dari empat unit armada Damkar Jembrana dan dua unit armada bantuan dari TNI dikerahkan ke lokasi dengan menghabiskan sekitar 70.000 liter air.

Namun, memasuki Rabu 14 Oktober 2026 dini hari pukul 03.30 WITA, petugas menghadapi kendala krusial. Pasokan BBM pada armada pemadam menipis hingga habis total saat titik-titik bara api masih bergejolak di lokasi kejadian.

Armada Kehabisan BBM, Penanganan Dihentikan

“Penanganan terpaksa dihentikan dan personel ditarik kembali ke Mako Damkar karena armada kehabisan BBM. Kondisi ini terjadi sebagai imbas dari kelangkaan Pertalite dan Pertamax yang memicu antrean sangat panjang di sejumlah SPBU wilayah Jembrana,” ujar Bagus Darmawan.

Akibat hambatan pengisian ulang BBM akibat kemacetan dan antrean panjang di SPBU tersebut, proses pendinginan tidak dapat dituntaskan secara maksimal sampai titik api benar-benar padam total.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api yang membakar puluhan are area pabrik tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

“Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, kerugian materiil yang dialami pemilik pabrik diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta,” pungkasnya. CAK/IJN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini