
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite masih terus membayangi wilayah Bali, khususnya Jembrana hingga hari ini. Pemandangan antrean kendaraan yang mengular panjang berjam-jam di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seolah menjadi pemandangan tak terhindarkan bagi warga setempat.
Namun, dampak paling berat dari krisis ini sangat dirasakan oleh para pengemudi ojek online (ojol). Keberadaan BBM subsidi yang langka memaksa mereka berada dalam kondisi dilematis. Bahkan terkesan pasrah mengantre berjam-jam hingga kehilangan potensi pesanan, atau merogoh kocek lebih dalam untuk membeli BBM nonsubsidi berharga tinggi.
Dilema Driver Ojol: Antre Berjam-jam atau Beli BBM Mahal
Tidak sedikit pengemudi ojol yang akhirnya memilih menolak atau menahan diri mengambil orderan penumpang karena khawatir kehabisan bensin di tengah jalan. Sementara bagi mereka yang tetap harus bekerja, terpaksa membeli Pertamax Turbo, satu-satunya varian BBM yang masih tersedia di beberapa SPBU.
Opsi tersebut diakui para pengemudi sangat mencekik pengeluaran harian dan tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.
Keluh Kesah Driver Ojol Jembrana Soal Harga
Adrian, salah seorang pengemudi ojol di Jembrana menumpahkan keluh kesahnya terkait kondisi yang kian menghimpit pendapatannya tersebut.
“Dari sisi harga jauh sekali, bisa dua kali lipat lebih mahal dari Pertalite. Beli 3 liter saja sudah Rp60.000. Kalau Pertalite, Rp30.000 sudah dapat 3 liter. Sebenarnya mau beli Pertalite, tetapi karena antrean begitu panjang, jadinya nyerah. Terpaksa beli Pertamax Turbo, mau bagaimana lagi,” ujar Adrian, Selasa 13 Oktober 2026.
“Kondisi ini sangat mengganggu dan merugikan kami dari pihak ojol, karena pendapatan tidak sebanding dengan biaya BBM. Saya berharap ke depan pasokan bisa kembali normal dan pemerintah bisa cepat menangani kondisi ini,” tambahnya.
Kondisi ini menegaskan bahwa krisis kelangkaan BBM bukan lagi sekadar masalah antrean panjang, melainkan sudah mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat kecil pendukung sektor transportasi dan pariwisata di Bali.
Masyarakat bersama para pengemudi ojol kini mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera turun tangan mengambil kebijakan nyata. Langkah cepat sangat dibutuhkan agar pasokan BBM kembali pulih dan aktivitas ekonomi harian warga tidak terus terpuruk. CAK/IJN

