Lagi! Gang Diserbu Bus, Warga Gilimanuk Menuntut Ketegasan

0
19
Terpantau gang permukiman warga di Gilimanuk kembali diserbu bus bus besar untuk menghindari antrean di jalur utama Gilimanuk, Sabtu 19 September 2026. Sumber foto: Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk kian meresahkan warga sekitar. Kendaraan berbadan besar, seperti bus dan truk colt diesel, nekat menerobos gang-gang sempit di permukiman Kelurahan Gilimanuk demi mengindari antrean jalur utama.

Kondisi yang marak terjadi pada malam hari ini mengancam keselamatan masyarakat lokal. Selain memicu kemacetan di kawasan perumahan, lalu lintas armada besar di jalur sempit ini berisiko tinggi mengulang insiden fatal, seperti peristiwa kendaraan besar menabrak warung warga beberapa waktu lalu.

Anshori, warga setempat, menegaskan bahwa masyarakat telah melakukan pelbagai upaya mandiri, mulai dari memasang papan larangan hingga memblokade jalan dengan pembatas beton. Namun, ketegasan warga seolah tak berdaya ketika petugas di lapangan tetap mengarahkan kendaraan besar masuk ke permukiman, bahkan beton pembatas pun nekat digeser.

“Kami sangat keberatan kendaraan besar seperti colt diesel, apalagi bus, melintas di gang permukiman. Kalau kendaraan kecil masih tidak masalah. Papan peringatan sudah dipasang, tetapi tetap saja dilewatkan,” ujar Anshori yang mengaku sempat bersitegang dengan sopir bus.

Dikonfirmasi terpisah, Minggu 20 September 2026, Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma membenarkan bahwa penumpukan armada menuju pelabuhan dominan terjadi pada malam hari dan berimbas ke jalan lingkungan. Pihaknya mengakui lalu lintas kendaraan besar di gang warga menjadi masalah serius yang membutuhkan penanganan khusus.

Masyarakat Gilimanuk mendesak pemerintah daerah dan aparat kepolisian mengambil tindakan tegas dan permanen. Warga menegaskan bahwa rekayasa arus lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kenyamanan lingkungan sekitar. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here