
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kecelakaan laut melanda tiga nelayan asal Jembrana saat perjalanan pulang melaut di perairan Pantai Pulukan, Pekutatan, Rabu 9 September 2026 sore. Dua nelayan berhasil selamat dari maut, sementara satu lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian intensif.
Insiden bermula ketika sampan fiber bertuliskan Rahayu yang dinakhodai Neri Muhtakim (32) bersama dua rekannya, Samsul Hadi (36) dan I Gusti Putu Sugiarta (38), menabrak sebatang kayu besar yang mengapung di wilayah Takat Deken. Benturan keras tersebut menyebabkan perahu pecah dan tenggelam seketika sekitar pukul 17.00 WITA.
Ketiga nelayan sempat bertahan hidup dengan mengapung dan berpegangan pada puing-puing pecahan perahu. Sekitar 30 menit kemudian, sebuah perahu nelayan asal Pengambengan melintas dan berhasil menyelamatkan Neri serta Samsul. Sayangnya, Gusti Putu Sugiarta terpisah akibat terseret arus deras sambil berpegangan pada pecahan katir perahu.
Upaya pencarian mandiri oleh kedua korban selamat tidak membuahkan hasil hingga Kamis 10 September 2026 pagi, sebelum akhirnya peristiwa ini dilaporkan ke pihak berwenang.
Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, membenarkan kejadian tersebut dan mengonfirmasi bahwa satu dari tiga korban kecelakaan masih hilang.
“Sesuai laporan ada tiga orang yang mengalami kecelakaan laut kemarin. Satu orang masih belum ditemukan, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan,” ujar AKP Suparta, Kamis siang.
Saat ini, tim SAR Gabungan Jembrana terus menyisir area perairan mulai dari Gilimanuk hingga Pengambengan. Koordinator Pos SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, mengungkapkan bahwa helusan angin kencang di tengah laut menjadi kendala utama dalam proses pencarian korban. CAK/IJN

