
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kejadian mengkhawatirkan mewarnai uji coba sistem peringatan dini tsunami di Kabupaten Jembrana pada Minggu 26 Juli 2026. Sirine peringatan dini yang terpasang di Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana justru membisu total dan tak mengeluarkan suara sedikit pun saat simulasi berlangsung dalam rangka Hari Simulasi Bencana.
Kendala fatal tersebut ditemukan ketika petugas menguji perangkat menggunakan dua metode aktivasi sekaligus, yakni jaringan GSM dan digital. Berbeda dengan titik lain yang masih mengeluarkan suara, alat mitigasi bencana di Desa Yeh Kuning sama sekali gagal merespons kedua metode aktivasi tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, membenarkan bahwa sirine di Yeh Kuning menjadi titik dengan kendala paling serius dari empat lokasi yang diuji. Padahal, pemeriksaan fisik sebelum uji coba menunjukkan seluruh komponen dan jaringan listrik dalam kondisi baik.
“Yang membunyikan sirine dari provinsi. Kemungkinan ada kendala teknis pada sistem yang dipasang vendor. Saat ini masih dalam tahap pengawasan dan pemeliharaan, sehingga nanti akan dilakukan evaluasi lebih lanjut,” ungkap Agus, Senin 27 Juli 2026.
Sistem peringatan dini ini, kata dia, merupakan fasilitas vital di bawah kewenangan BPBD Provinsi Bali yang pemeliharaannya ditangani pihak vendor. Pengujian rutin setiap tanggal 26 ini sejatinya bertujuan memastikan kesiapan alat menghadapi potensi bencana laut di pesisir Jembrana.
BPBD Jembrana mendesak agar kendala teknis pada sirine Desa Yeh Kuning serta beberapa gangguan teknis di Desa Pengambengan dan Penyaringan dapat segera dituntaskan oleh pihak pemelihara. Kesiapan alat secara 100 persen sangat krusial guna menjamin keselamatan warga pesisir saat ancaman tsunami benar-benar terjadi. CAK/IJN

