Panggung Budaya Ambenan Ijogading, Manfaatkan Ruang Tepi Sungai

0
106
Panggung Budaya Ambenan Ijogading yang berlangsung selama dua hari, 11 - 12 Juli 2026, menghadirkan beberapa sajian tradisi budaya dalam bentuk kesenian dan diskusi budaya di Ambenan Ijogading Kelurahan Loloan Timur.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Berangkat dari kepedulian menjaga serta melestarikan akar tradisi budaya, Kampung melayu Loloan tak pernah reda menghadirkan loncatan kreatifitas yang tetap berpijak pada akar tradisinya.

Salah satunya dengan memanfaatkan areal Ambenan Ijogading di wilayah Kelurahan Loloan Timur Kecamatan Jembrana dalam hajatan ‘Panggung Budaya Ambenan Ijogading’.

Kreatifitas yang dihadirkan anak-anak muda Loloan yang terhimpun dalam remaja Loloan Timur serta Komunitas Seni Ambenan, Sanggar Pilot dan didukung KKN Universitas Negeri Malang menghadirkan berbagai khas dari budaya Loloan, baik keseniannya maupun laku budaya berupa warisan budaya seperti sajian kulinernya.

Panggung Budaya Ambenan Ijogading yang berlangsung selama dua hari, 11 – 12 Juli 2026 ini, menghadirkan beberapa sajian tradisi budaya dalam bentuk kesenian di antaranya tari Awik, tari Mahaguru, tari Ambur Salim, seni tradisi Burdah, pertunjukan drama kampung, sajian kuliner khususnya pembagian bubur Sure.

Hajatan budaya di tepi Sungai Ijogading itu juga menggelar diskusi budaya pada hari kedua. Diskusi budaya dengan tema ‘Pemajuan budaya lokal di tengah arus globalisasi : bertahan, beradaptasi atau bertranformasi ?’ menghadirkan tiga narasumber Hasbil Ma’ani, HM Yunus, dan AG Pramono yang dipandu moderator Fahrul Mahally.

Para narasumber membahas berbagai hal terkait seni, budaya serta tradisi masyarakat Loloan yang memiliki nilai sejarah serta kearifan lokal dan warisan budaya. Diskusi dihadiri sejumlah kalangan baik pemuda, pemerhati budaya, seniman maupun tokoh-tokoh masyarakat, terutama juga Lurah Loloan Timur, Lurah Loloan Barat serta para kepala lingkungan.

Sebelumnya, kegiatan ini juga menghadirkan prosesi simbol penghormatan dan penyambutan yang diberi nama ‘Palang Pintu’. Prosesi itu menampilkan seni Pencak Silat dan berbalas pantun.

Muztahidin, S.Kom selaku penerima manfaat perseorangan Dana Indonesiana tahun 2025 dengan Kategori Pendayagunaan Ruang Publik dikonfirmasi Senin, 13 Juli 2026 mengatakan Panggung Budaya Ambenan Ijogading merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan ruang publik yang inklusif dan berakar pada kearifan lokal. Dalam konteks kebijakan pemajuan kebudayaan, kegiatan ini sejalan dengan upaya pelestarian dan pengembangan budaya melalui infrastruktur sosial dan fisik yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini sebagai pematik awal agar ruang diskusi, ekspresi seni dan budaya tidak hanya tersedia di ruang-ruang formal, tetapi juga bisa dengan memanfaatkan ruang publik yang ada disekitar kita, contohnya di pinggiran Sungai Ijogading,” ujar Muztahidin. ADV/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here