Gigitan Rabies di Kecamatan Negara Bertambah, Awal Juli 15 Kasus

0
31
Petugas vaksinasi Medikvet Kecamatan Negara dan Tisira memperluas jangkauan vaksinasi HPR ke seluruh wilayah Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Jumat 3 juli 2026. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Ancaman virus rabies di Kecamatan Negara, Jembrana, kian mengkhawatirkan. Memasuki awal Juli 2026, jumlah kasus gigitan dengan sampel positif rabies dilaporkan melonjak menjadi 15 kasus, meningkat signifikan dari bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 12 kasus.

Lonjakan ini dipicu oleh temuan kasus baru hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar yang terkonfirmasi per 2 Juli 2026. Tambahan kasus positif tersebut tersebar di Desa Baluk, Berangbang, Lelateng, serta peristiwa terbaru di Desa Tegal Badeng Timur yang memakan korban lima orang warga akibat gigitan anjing rabies.

Menyikapi situasi darurat ini, petugas medik veteriner langsung bergerak cepat dengan memperluas wilayah vaksinasi darurat (emergency vaccination).

Jika sebelumnya vaksinasi darurat hanya menyasar radius 3 kilometer dari lokasi kejadian, per Jumat 3 Juli 2026, petugas memperluas jangkauan ke seluruh wilayah Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur.

“Wilayah jangkauan vaksinasi kami perluas untuk mengantisipasi penyebaran virus rabies. Kami sasar seluruh wilayah Banjar Tangi,” ujar Koordinator Medik Veteriner Kecamatan Negara, drh. Ni Nyoman Citra Susilawati, saat dikonfirmasi.

Dalam aksi cepat yang melibatkan petugas dinas dan Tim Siaga Rabies (Tisira) tersebut, sebanyak 62 ekor Hewan Penular Rabies (HPR)—terdiri dari 24 anjing dan 38 kucing—berhasil divaksinasi. Angka ini menambah total HPR yang telah divaksin sebelumnya sebanyak 50 ekor.

Saat ini, kasus rabies di Kecamatan Negara hingga awal Juli 2026, tercatat 15 kasus positif hasil uji lab. Jumlah tersebut tersebar di sejumlah desa, diantaranya, di Banyubiru ada 5 kasus, di Baluk 3 kasus, Berangbang 3 kasus, Loloan Barat 1 kasus , Banjar Tengah 1 kasus dan Tegal Badeng Timur 1 kasus dan Lelateng 1 kasus. Sementara, estimasi populasi HPR di Kecamatan Negara 8188 ekor.

Pemerintah daerah menghadapi tantangan besar dalam mengejar target kekebalan kelompok (herd immunity) pada hewan. Dari estimasi populasi HPR di Kecamatan Negara yang mencapai 8.188 ekor, cakupan vaksinasi di wilayah zona merah seperti Tegal Badeng Timur nyatanya masih sangat rendah.

“Baru 13% dari total populasi anjing di Desa Tegal Badeng Timur yang divaksinasi. Populasi anjing di desa tersebut mencapai 327 ekor, sementara untuk populasi kucing masih dalam proses pendataan,” tambah drh. Citra.

Mengingat proses vaksinasi darurat di Banjar Tangi belum rampung seluruhnya, petugas menjadwalkan untuk melanjutkan penyisiran sisa populasi HPR pada Senin mendatang.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikat atau mengandangkan hewan peliharaan mereka, dan segera melapor ke fasilitas kesehatan atau posko terdekat jika terjadi kasus gigitan HPR. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here