​Korban Gigitan Anjing Rabies Tegal Badeng Timur Bertambah, Total Lima Orang

0
11
Petugas Medikvet Kecamatan Negara menyisir puluhan hewan penular rabies (HPR) di wilayah Desa Tegalbadeng Timur, pasca gigitan anjing rabies, Selasa 23 Juni 2026. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kasus serangan anjing positif rabies di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur (TBT), Kecamatan Negara, kian mengkhawatirkan. Hasil investigasi terbaru petugas medis pada Selasa 23 Juni 2026 mengungkap adanya tambahan dua korban baru, yakni Iis Datul Janah (43) dan Edi. Dengan demikian, total warga yang menjadi korban keganasan anjing tersebut kini melonjak menjadi lima orang.

Kepala Puskesmas II Negara (Pengambengan), dr. Ni Made Anggaraeni, usai memantau vaksinasi darurat (emergency) di lokasi mengungkapkan, informasi penambahan dua korban gigitan ini setelah menerima laporan warga dan dilakukan investigasi mendalam oleh petugas.

Sebelumnya, anjing yang sama dilaporkan telah menyerang tiga warga, yaitu Sodikun (47) serta dua anak-anak bernama Husein (5) dan Nara (4). ​”Jadi total ada lima orang korban,” ujar dr. Anggaraeni.

​Dari kelima korban tersebut, empat orang telah mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR). Sementara itu, satu korban bernama Edi dilaporkan belum menerima penanganan karena sudah terlanjur pulang ke Jawa.

Edi diketahui digigit saat menghadiri acara hajatan keluarga di Negara. Pihak puskesmas menegaskan akan segera menghubungi Edi agar mendapat penanganan darurat mengingat hasil laboratorium sampel otak anjing yang menyerangnya telah dinyatakan positif rabies. Untuk ketersediaan stok VAR sendiri, dr. Anggaraeni memastikan posisinya saat ini masih aman.

​Menyikapi hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar, tim medik veteriner langsung bergerak cepat menggelar vaksinasi darurat dalam radius 3 kilometer dari lokasi kejadian.

​Koordinator Medik Veteriner Kecamatan Negara, drh. Ni Nyoman Citra Susilawati, memaparkan bahwa pada aksi darurat ini, petugas berhasil menyuntikkan vaksin kepada 50 Hewan Penular Rabies (HPR). Dengan rincian ​anjing divaksin 20 ekor dan ​kucing divaksin 30 ekor.

​”Populasi anjing di wilayah ini mencapai 500 ekor, sedangkan untuk populasi kucing saat ini masih kami lakukan pendataan,” jelas Citra.

​Kasus di Tegal Badeng Timur ini semakin menegaskan bahwa wilayah Kecamatan Negara berada dalam kondisi siaga rabies. Sepanjang tahun hingga Juni 2026, tercatat sudah ada 12 kasus positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium.

​Adapun sebaran 12 kasus positif rabies di Kecamatan Negara yakni Desa Banyubiru ada 5 kasus, Desa Baluk 2 kasus, Berangbang 2 kasus, Loloan Barat 1 kasus, Banjar Tengah 1 kasus dan Tegal Badeng Timur 1 kasus.

Mengingat estimasi populasi HPR di Kecamatan Negara yang cukup besar mencapai 8.188 ekor, drh. Citra mengimbau keras agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk segera melapor ke petugas medis atau kedinasan terkait jika ada warga yang diserang oleh anjing maupun HPR lainnya agar bisa segera dievakuasi dan ditangani. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here