Libur Galungan-Kuningan, Sampan Teluk Gilimanuk Jadi Primadona

0
26
Suasana Obyek wisata alam Teluk Gilimanuk, Jembrana, Minggu 21 Juni 2026. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | ​JEMBRANA – Libur Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026 membawa berkah melimpah bagi pariwisata di kawasan Barat Pulau Dewata. Destinasi wisata alam Teluk Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, mendadak jadi primadona dan dibanjiri ribuan wisatawan lokal yang ingin menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

​Daya tarik utama yang paling diburu pengunjung adalah sensasi berkeliling teluk menggunakan sampan tradisional. Menawarkan panorama alam yang benar-benar murni dan asri, wisata sampan ini sukses memikat hati warga hingga menjadi aktivitas favorit selama musim liburan.

​Antusiasme tinggi dari pelancong memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi para penyedia jasa sampan wisata. Pengelola Wisata Teluk Gilimanuk, Sony Budi Kusuma, mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung sudah terasa sejak awal libur Galungan dan terus memuncak hingga akhir pekan.

​”Jika dibandingkan dengan hari biasa, sampan mereka belum tentu mendapatkan penghasilan. Namun saat liburan, pendapatan hasil sewa sampan bagi wisatawan yang mengelilingi Teluk Gilimanuk meningkat hingga tujuh kali lipat,” ujar Sony, Minggu 21 Juni 2026.

​Untuk menikmati petualangan air ini, wisatawan cukup merogoh kocek antara Rp100.000 hingga Rp150.000 untuk sekali perjalanan.

​Daya tarik Teluk Gilimanuk tidak hanya terletak pada perairannya yang tenang dan aman untuk keluarga, tetapi juga pada paket lengkap keindahan alam yang disuguhkannya. Selama riak sampan membelah air, wisatawan akan dimanjakan dengan hutan mangrove yang asri, menyusuri lorong-lorong hijau yang masih terjaga kealamiannya.

Selain itu, keindahan Pulau Kalon jga tidak kalah menarik. Wisatawan bisa melihat dari dekat habitat eksotis di tengah teluk. Didukung dengan lanskap megah yang memagari kawasan teluk, menciptakan perpaduan visual yang menenangkan.

​Salah seorang pengunjung asal Buleleng, Putu Satrya mengaku sengaja memboyong keluarganya ke tempat ini karena rindu dengan suasana alam yang autentik. Menurutnya, ketenangan air di Teluk Gilimanuk membuat rekreasi bersama anak-anak terasa jauh lebih aman dan nyaman.

​Geliat pariwisata selama libur Galungan ini diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan mampu menjadi motor penggerak konsisten bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di ujung barat Kabupaten Jembrana. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here