Gratis! TK Tunas Harapan Jadi Favorit Warga Kelurahan Pendem

0
122
Acara Perpisahan dan Pentas Seni, TK. Tunas Harapan, di Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem, Jembrana, pada Rabu 10 Juni 2026. Sumber foto : CAK/IJN

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Tunas Harapan di Kelurahan Pendem, Kecamatan / Kabupaten Jembrana, Bali menjadi salah satu sekolah yang favorit dan diminati orangtua, terutama warga kurang mampu yang memilki anak usia dibawah 6 tahun atau anak usia dini.

Kepala Sekolah TK. Tunas Harapan, Ni Made Sarah Samiasih mengatakan, sekolah dari Yayasan Menorah Abadi ini, sudah berdiri sejak 2013 hingga kini berusia 13 tahun.

“Sekolah ini memang sekolah gratis, dan penjangkauan nya itu, anak anak yang ekonomi menengah ke bawah,” kata Made Sarah, didampingi guru kelas, Ni Putu Ika Astuti, saat ditemui usai acara Perpisahan dan Pentas Seni, TK. Tunas Harapan, Rabu 10 Juni 2026.

Sarah menjelaskan, salah satu persyaratan calon peserta didik yang ingin masuk di TK. Tunas Harapan adalah melampirkan surat keterangan kurang mampu dari desa/kelurahan, minimal kepala lingkungan. “Jadi mereka (calon murid) harus membawa surat keterangan kurang mampu atau anak yang memang benar benar membutuhkan biaya pendidikan,” imbuhnya.

Meski hanya diajar oleh dua guru pendidik, TK. Tunas Harapan yang berlokasi di Lingkungan Pendem, tepatnya sebelah utara Kompi C ini memiliki kwalitas pendidikan yang tidak kalah bagus dari TK lainnya. Setiap tahun jumlah penerimaan murid terus meningkat, meski kuota selalu dibatasi.

“Awal-awal kita cuman mendapat belasan murid, atau hanya satu kelas, tapi sekarang anak didik kami sudah 40 an orang, itupun karena kami batasi penerimaan murid baru,” katanya.

Untuk tahun ajaran baru 2026, lanjut Sarah, calon anak didik yang sudah mendaftar hampir 30 orang. Sementara jumah anak didik yang lulus naik ke jenjang tingkat sekolah dasar (SD) sebanyak 39 siswa dengan rincian laki laki 22 orang, perempuan 17 orang. Dari jumah tersebut, dua siswa yang masih mengikuti pendidikan di kelompok B, yang sebelumnya kelompok A.

“Tahun ajaran baru ini, kami juga membatasi penerimaan siswa baru. Jadi benar benar selektif, anak yang memang kurang mampu menjadi prioritas kami. Sehingga mereka punya kesempatan mengenyam pendidikan dari sejak dini,” ungkapnya.

Mendapatkan pendidikan gratis sejak usia dini menjadi dambaan para orangtua, apalagi di situasi kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini. Seperti yang diungkapkan Ni Putu Sri Rahayu (34) salah satu wali murid.

Ia mengaku sangat beruntung ada sekolah TK gratis tanpa ada biaya sepeserpun. “Senang sekali bisa terbantu dengan adanya sekolah TK Tunas Harapan di sini, tanpa ada pungutan sama sekali, gratis semua,” ujarnya.

Menurutnya, dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini, jarang ada sekolah gratis, khususnya untuk anak anak TK maupun Paud. Bahkan pemerintah pun, kata dia, belum mampu memaksimalkan pendidikan gratis di Indonesia ini. “Memang jarang ada, biasanya sekolah TK itu ada aja biayanya, paling tidak uang gedung, SPP atau lainya. Tapi ini gratis. Anak saya tiga tamat TK di sini,” ucapnya.

Sri Rahayu berharap, selain makan gratis, pendidikan gratis yang menyasar warga kurang mampu, bisa menjadi prioritas program pemerintah pusat maupun daerah. Sehingga mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud di Indonesia. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here