​Kontainer Oleng Hantam Truk Fuso di Banyubiru

0
141
Petugas Satlantas Polres Jembrana melakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan besar di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di KM 99-100, Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, pada Jumat 29 Mei 2026. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | ​JEMBRANA – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan besar kembali terjadi di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di KM 99-100, Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Insidien yang terjadi pada Jumat 29 Mei 2026 sekitar pukul 18.00 WITA ini diduga kuat dipicu oleh aksi nekat sebuah truk kontainer yang oleng saat berusaha menyalip kendaraan di depannya.

​Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Wayan Sugianta, membenarkan peristiwa tabrakan ‘adu banteng’ tersebut. Kecelakaan ini melibatkan Truk Kontainer Hino bernomor polisi P-8401-UW yang dikemudikan Muhammad Wahyudi (36) asal Jember Jawa Timur, serta Truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi H-8678-OH yang dikemudikan Sarmanto (58) asal Kendal, Jawa Tengah.

​”Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, dugaan awal penyebab kecelakaan adalah kurang perhitungan dari pengemudi truk kontainer hingga masuk jalur berlawanan,” ujar AKP I Wayan Sugianta saat dikonfirmasi, Sabtu 30 Mei 2026.

​Kronologi kejadian bermula ketika Truk Kontainer Hino melaju dari arah timur (Denpasar) menuju ke barat (Gilimanuk). Setibanya di lokasi kejadian, dengan kondisi jalan yang lurus dan datar beraspal baik, pengemudi kontainer diduga berniat mendahului kendaraan lain. Pengemudi mengambil lajur kanan hingga melewati marka jalan dan mengambil jalur lawan.

​Nahas, pada saat yang bersamaan, meluncur Truk Mitsubishi Fuso dari arah berlawanan (barat ke timur) yang melaju normal di jalurnya. Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan posisi kontainer yang oleng masuk ke jalur lawan, tabrakan hebat di jalur kanan dari arah timur pun tidak dapat terhindarkan.

​”Kondisi cuaca sebenarnya sangat cerah pada sore hari itu dan arus lalu lintas sedang. Namun, tindakan truk kontainer yang memaksakan masuk ke jalur berlawanan menjadi pemicu utama benturan fatal ini,” tambah Kasat Lantas.

​Meskipun benturan antara kedua kendaraan besar tersebut tergolong keras, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pengemudi Truk Fuso, Sarmanto, dinyatakan selamat tanpa luka serius. Sementara itu, pengemudi Truk Kontainer Hino, Muhammad Wahyudi, mengalami luka ringan berupa rasa sakit di bagian perut. Korban dalam kondisi sadar dan langsung dilarikan ke RSUD Negara untuk mendapatkan perawatan medis.

​Akibat kecelakaan ini, kedua truk mengalami kerusakan parah pada bagian depan dengan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 10 juta. Pihak Satlantas Polres Jembrana mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk selalu mematuhi marka jalan dan tidak memaksakan diri menyalip jika ruang gerak tidak aman. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here