​Bocah 12 Tahun Hilangnya Terseret Ombak di Yeh Gangga

0
21
Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif terhadap korban bocah 12 tahun yang tenggelam terseret arus di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kabupaten Tabanan, Jumat 29 Mei 2026. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | ​TABANAN – Harapan dan kecemasan menyelimuti Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kabupaten Tabanan. Hingga memasuki hari kedua pencarian pada Jumat 29 Mei 2026, tim SAR gabungan memperluas radius penyisiran demi menemukan I Komang Sastra (12), bocah yang hilang ditelan ombak besar sejak Kamis sore.

​Tragedi ini bermula ketika Komang dan seorang rekannya asyik berenang menikmati suasana sore sekitar pukul 15.30 WITA. Tanpa diduga, gulungan ombak raksasa datang menghantam dan langsung menyeret tubuh korban ke tengah laut.

​Sebuah aksi heroik sempat terjadi di tengah kepanikan. Rekan korban sekuat tenaga mencengkeram tangan Komang agar tidak terbawa arus. Namun, derasnya ombak mengalahkan pertahanan tersebut hingga pegangan tangan mereka terlepas. Demi bertahan hidup, rekan korban terpaksa berenang kembali ke daratan dan segera berteriak meminta pertolongan warga.

​”Kami menerima laporan malam hari dan langsung menerjunkan Tim Rescue menuju lokasi. Penyisiran darat pada malam pertama dilakukan sejauh 1,5 kilometer ke arah barat, namun hasilnya masih nihil,” ujar I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

​Mengingat waktu yang kian krusial, operasi SAR hari ini ditingkatkan dengan mengerahkan puluhan personel gabungan dari berbagai instansi seperti ​Tim Rescue SAR Denpasar: 4 personel,​Polres & Polair Tabanan: 14 personel,​BPBD Tabanan: 10 personel, ​Polsek Kota & Babinsa: 7 personel, ​PMI & Pihak Kecamatan: 6 personel serta dukungan penuh dari warga setempat dan keluarga korban.

​Kini, tim penyelamat dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama bergerak membelah ombak untuk menyisir area perairan, sementara SRU kedua menyisir setiap jengkal garis pantai lewat darat. Di tengah cuaca laut yang tak menentu, semua pihak kini berkejaran dengan waktu, menggantungkan harapan pada mukjizat agar Komang Sastra bisa segera ditemukan. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here