Ratusan Hewan Kurban Diperiksa, Pastikan Layak Konsumsi

0
30
Petugas dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Jembrana, melalui Bidang Kesehatan Hewan melakukan pemeriksaan intensif ke sejumlah penampungan dan pedagang ternak setempat, Sabtu 23 Mei 2026. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | ​JEMBRANA – Guna memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan terbebas dari penyakit menular, petugas dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Jembrana, melalui Bidang Kesehatan Hewan melakukan pemeriksaan intensif ke sejumlah penampungan dan pedagang ternak setempat, Sabtu 23 Mei 2026.

​Pemeriksaan kesehatan luar (ante mortem) ini salah satunya menyasar ratusan ekor kambing yang berada di Desa Banyubiru. Secara teliti, petugas memeriksa kondisi fisik ternak secara menyeluruh, mulai dari kesehatan kulit, bulu, area mulut, hidung, susunan gigi, saluran pernapasan, mata, hingga kelayakan secara syariat Islam seperti tidak memiliki cacat fisik.

​Dalam proses pemeriksaan tersebut, tim medis sempat mendapati satu hingga dua ekor kambing dalam kondisi kurang prima karena mengalami gejala pilek serta gatal pada kulit. Untuk mengantisipasi penularan, petugas langsung memisahkan hewan yang sakit ke dalam kandang isolasi guna mendapatkan pengobatan dan perawatan intensif agar lekas pulih.

​Petugas Pemeriksa Hewan Kurban Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana, drh. I Gede Adhi Adnyana menjelaskan, terdapat puluhan hewan kurban bantuan yang menjadi fokus utama pemeriksaan.

​”Kami melakukan pemeriksaan ante mortem terkait bantuan kambing kaitan hari raya Iduladha. Adapun hal-hal yang diperiksa sejumlah 71 ekor bantuan dari Pemkab Jembrana dan 18 dari bantuan Desa Banyubiru untuk beberapa masjid yang ada di Jembrana,” ujar Adhi Adnyana.

​Ia menambahkan bahwa indikator pemeriksaan meliputi postur tubuh, mulut, testis, kulit, mata, serta pernapasan. “Itu yang menjadi indikator untuk mengetahui bahwa ternak itu benar-benar sehat dan layak dikonsumsi. Dari hasil pemeriksaan, semua hewan ternak kambing untuk bantuan dinyatakan sehat. Jika ada temuan kondisi seperti gatal atau flu, langsung kita pisahkan,” tegasnya.

​Sementara itu, kesadaran berkurban yang sehat juga ditunjukkan oleh para pelaku usaha. Haji Mubin, salah satu pemilik tempat penjualan hewan kurban di Desa Banyubiru, mengaku menerapkan standar operasional yang ketat demi menjaga kualitas komoditasnya. Pengecekan mandiri selalu dilakukan setiap kali pasokan ternak baru tiba dari peternak.

​Langkah preventif seperti penyemprotan cairan disinfektan (spraying) pada area kandang dilakukan setiap hari guna menjaga higienitas lingkungan. Selain itu, pemenuhan pakan berkualitas juga diperhatikan secara khusus agar bobot hewan tetap ideal dan gemuk saat hari penyembelihan.

​”Hewan di tempat kami, ketika baru datang langsung dilakukan pengecekan. Kalau ada indikasi sakit langsung kami pisahkan. Selanjutnya kita panggilkan dokter untuk memeriksa ternak tersebut. Untuk antisipasi, kami juga selalu melakukan spraying penyemprotan baik hewan maupun kondisi kandang. Alhamdulillah setelah diperiksa hewan kurban semuanya sehat dan siap didistribusikan,” kata Haji Mubin.

​Kehadiran petugas dinas dalam memantau kesehatan ternak ini disambut positif oleh para pedagang. Langkah jemput bola ini dinilai memberikan rasa aman serta kepastian hukum, baik bagi para penjual maupun masyarakat yang hendak beribadah kurban, sebagai jaminan mutu bahwa hewan yang dipasarkan benar-benar sehat dan layak konsumsi. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here