
InfoJembrana.com | BULELENG – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja kini tengah serius membidik peningkatan status menjadi Kantor Imigrasi Kelas I. Langkah strategis ini dinilai mendesak mengingat beban kerja yang mencakup 54% wilayah Pulau Dewata, meliputi Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Karangasem.
Dalam acara media gathering yang digelar Selasa 12 Mei 2026, Kepala Kantor Imigrasi Singaraja, Anak Agung Gde Kusuma Putra, menegaskan bahwa luasnya wilayah kerja menjadi tantangan besar dalam mengoptimalkan pelayanan. Terlebih, rencana pembangunan bandara internasional di Bali Utara diprediksi akan memicu lonjakan mobilitas warga negara asing (WNA).
“Cakupan kami mencapai 54 persen dari luas Bali. Ini adalah urgensi mengapa kami mendorong peningkatan status kelembagaan agar pelayanan semakin prima,” ujar Agung.
Meski proses kenaikan status yang diajukan sejak 2025 masih tertunda karena sejumlah pertimbangan teknis, kualitas layanan di kantor ini tidak kendur. Beberapa inovasi unggulan telah berjalan, di antaranya, Si Raja Sunset: Perpanjangan jam operasional layanan hingga pukul 18.00 WITA. Selian itu, Layanan Sabtu: Memberikan akses pengambilan paspor bagi masyarakat yang sibuk di hari kerja.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi jajaran Singaraja. Menurutnya, kerja ekstra tersebut membuktikan bahwa secara substansi, Imigrasi Singaraja sudah sangat layak untuk naik kelas.
“Terobosan ini adalah buah pikir kreatif. Meskipun masih Kelas II, semangat kerjanya sudah melampaui status tersebut,” tegas Felucia.
Felucia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dengan media massa sebagai pilar keterbukaan informasi publik. Di era transparansi ini, setiap inovasi pemerintah harus tersampaikan dengan jelas agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Peningkatan status ke Kelas I nantinya diharapkan tidak hanya sekadar perubahan nomenklatur, tetapi juga diikuti dengan penambahan personel dan sarana prasarana yang lebih mumpuni guna mengawal gerbang utara Pulau Bali. CAK/IJN

