Dampak Perang Timur Tengah, Belasan Ribu Penumpang Terjebak di Bandara Ngurah Rai Bali

0
14
Kantor Wilayah Imigrasi Bali mencatat 12.278 penumpang gagal terbang akibat konflik Timur Tengah dan memberikan fasilitas izin tinggal darurat. (ist).

InfoJembrana.com | BADUNG- Konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah mengakibatkan belasan ribu calon penumpang pesawat gagal berangkat dari Pulau Dewata Bali. Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat belasan ribu orang tertunda keberangkatannya akibat perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Situasi darurat ini memaksa otoritas bandara dan imigrasi bekerja ekstra keras guna melakukan mitigasi dampak operasional.

“Hingga tanggal 30 Maret 2026 tercatat sebanyak dua belas ribu dua ratus tujuh puluh delapan penumpang tertunda keberangkatannya,” ujar Kakanwil Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna.

Otoritas imigrasi setempat langsung menerbitkan dokumen Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi warga negara asing yang terdampak konflik tersebut. Sebanyak tiga Unit Pelaksana Teknis telah melayani ratusan warga asing yang membutuhkan legalitas tinggal sementara di Bali. Petugas berkomitmen menyelesaikan permohonan izin tinggal darurat tersebut dalam waktu satu hari kerja saja bagi pemohon.

“Penerbitan izin tinggal keadaan terpaksa di tiga kantor imigrasi hingga akhir Maret mencapai enam ratus delapan puluh dua orang asing,” kata Sengky.

Pemerintah juga memberikan fasilitas pembebasan biaya denda keterlambatan izin tinggal atau overstay bagi para turis yang terjebak. Tercatat sebanyak ratusan warga asing telah memanfaatkan kebijakan biaya nol rupiah tersebut karena faktor keadaan yang sangat memaksa. Kebijakan afirmatif ini tetap berlaku selama Direktorat Jenderal Imigrasi pusat belum mencabut status darurat akibat konflik internasional tersebut.

“Pembebasan biaya denda keterlambatan izin tinggal bagi warga asing yang terdampak konflik Timur Tengah ini mencapai dua ratus empat puluh dua orang,” tutur Sengky.

Petugas imigrasi Bali bergerak cepat dengan membangun posko bantuan atau helpdesk di terminal keberangkatan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Langkah jemput bola juga dilakukan dengan menempatkan sejumlah petugas pada hotel-hotel yang telah ditunjuk oleh pihak maskapai penerbangan. Kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk memberikan kepastian layanan serta informasi akurat mengenai status izin tinggal para pelancong.

“Kami menempatkan petugas bantuan pada dua hotel besar sebagai bentuk komitmen jajaran imigrasi Bali memberikan layanan yang terbaik bagi warga,” ucap Sengky.

Sebagian besar penumpang yang gagal terbang kini mulai mencari rute alternatif untuk bisa kembali menuju ke negara asal mereka. Mereka memilih melakukan perubahan rute penerbangan karena jalur langsung menuju negara tujuan utama masih tertutup akibat risiko peperangan. Pihak imigrasi senantiasa mengimbau agar warga negara asing mengurus dokumen mereka secara langsung tanpa melalui perantara pihak ketiga.

“Sebagian penumpang yang tertunda keberangkatannya sudah kembali dengan menggunakan pesawat lain karena mereka melakukan perubahan rute penerbangan jarak jauh,” imbuh Sengky.

Sengky mengingatkan agar oknum tidak bertanggung jawab jangan pernah menjual nama institusi imigrasi demi keuntungan pribadi di tengah krisis. Seluruh proses pengurusan administrasi bagi warga terdampak konflik ini dipastikan berjalan transparan tanpa ada pungutan biaya ilegal sedikit pun. Kantor Wilayah Imigrasi Bali akan terus mengimplementasikan kebijakan pusat demi menjaga citra pariwisata Indonesia di mata internasional.

“Saya menghimbau orang asing terdampak untuk datang langsung ke kantor imigrasi agar mendapatkan layanan satu hari selesai secara gratis,” pungkas Felucia Sengky Ratna. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here