Imbas Antrean Ketapang, Aksi Protes Sopir Truk Blokade Gilimanuk

0
25
Aksi protes sopir truk sumbu tiga dengan memblokade keluar masuk kendaraan di dermaga LCM Gilimanuk, Jembrana, Senin 30 Maret 2026. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Ketegangan pecah di Pelabuhan Gilimanuk pada Senin 30 Maret 2026 siang. Puluhan sopir truk bersumbu tiga meluapkan kekecewaan mereka dengan melakukan aksi blokade dermaga. Aksi ini dipicu oleh kebijakan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) yang diterapkan otoritas pelabuhan akibat membludaknya antrean arus balik di sisi Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Sekitar pukul 11.36 WITA, sejumlah truk diparkir melintang di area dermaga Landing Craft Machine (LCM). Aksi ini sempat melumpuhkan aktivitas bongkar muat, lantaran kendaraan yang baru tiba dari Ketapang tidak bisa turun dari kapal. Para sopir merasa dianaktirikan karena kebijakan TBB memaksa kapal kembali ke Jawa dalam keadaan kosong demi mengurai kemacetan di sana, sementara mereka tertahan tanpa kepastian di Bali.

Manajer Humas ASDP lintas Ketapang–Gilimanuk, Bintang Felfian, menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan bentuk protes atas skema operasional yang sedang berjalan.

“Mereka melakukan protes karena penerapan TBB, sehingga kendaraan dari Gilimanuk tidak bisa dimuat. ASDP dalam hal ini hanya menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD),” jelas Bintang.

Pihak ASDP segera mengambil langkah cepat dengan melakukan mediasi dan memberikan edukasi kepada para sopir yang terdampak. Setelah dilakukan penyesuaian kebijakan di lapangan, aksi blokade berakhir dengan tertib. Truk bersumbu tiga mulai mendapatkan giliran untuk diseberangkan. Operasional pelabuhan dinyatakan kembali normal pada sore hari.

Meski situasi telah kondusif, pihak otoritas tetap memantau pergerakan arus balik guna memastikan keseimbangan muatan antara Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk agar insiden serupa tidak terulang kembali. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here