Puncak Arus Balik Bali, Ketapang Macet Hingga 10 KM

0
21
Suasana kepadatan antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu 28 Maret 2026. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Puncak arus balik Lebaran yang jatuh pada Minggu 29 Maret 2026 memicu kemacetan parah di akses menuju Bali. Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dilaporkan mengular hingga 10 kilometer, memaksa sejumlah pemudik menunda kepulangan demi menghindari jebakan macet total.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh Erdi Suradiprdja, pemudik asal Kecamatan Negara. Belajar dari pengalaman pahit saat mudik dua pekan lalu yang terjebak macet selama 24 jam, ia memilih untuk menahan diri. “Kami keliling-keliling dulu sambil menunggu informasi pelabuhan mulai lancar. Kami berharap saat balik tidak terjebak macet lagi,” ungkapnya.

Berbanding terbalik dengan kepadatan di Ketapang, situasi di Pelabuhan Gilimanuk terpantau aman terkendali meski pengamanan ditingkatkan. Petugas kepolisian menerapkan pemeriksaan intensif namun tetap mengedepankan sisi humanis.

“Kami melaksanakan pemeriksaan secara selektif terhadap kendaraan, orang, maupun barang bawaan. Hingga saat ini tidak ditemukan hal mencurigakan,” tegas AKP I Putu Suparta, Padal Pos 2 Gilimanuk. Langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan stabilitas kamtibmas di Bali tetap terjaga selama periode arus balik.

Berdasarkan data Posko ASDP, terdapat pergeseran angka yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Manajer Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, mengatakan tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+6 mencapai 8.925 unit atau turun 15% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 10.498 unit. Kendaraan roda empat mencapai 5.513 unit atau turun 13% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.335 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 998 unit atau naik 10,2% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 906 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 345 unit atau turun 11,1% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 388 unit.

“Total seluruh kendaraan tercatat 15.781 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Bali pada H+6 atau turun 12,9% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 18.127 unit,” jelasnya.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali dari Pelabuhan Ketapang mulai dari H-10 sampai H+6 tercatat 512.155 orang atau turun 4,1% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 534.094 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 135.256 unit atau turun 2,5% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 138.750 unit.
Secara akumulatif, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali sejak H-10 hingga H+6 mencapai 135.256 unit, mengalami penurunan tipis sebesar 2,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sebaliknya, arus dari Bali menuju Jawa (Pelabuhan Gilimanuk) justru menunjukkan tren kenaikan pada beberapa sektor. Kendaraan roda dua yang keluar Bali melonjak hingga 24,5% (1.882 unit), mengindikasikan pergerakan lokal dan logistik yang tetap tinggi di penghujung musim liburan. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here