Urai Kemacetan Gilimanuk, Gubernur Koster Rancang Tiga Pelabuhan Logistik Baru

0
11
Suasana antrean kendaraan di dalam parkir Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana sebelum masuk kapal, Jumat 20 Maret 2026. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | DENPASAR- Pemerintah Provinsi Bali tengah menyiapkan cetak biru pembangunan tiga pelabuhan strategis untuk memecah konsentrasi kendaraan logistik di bagian barat pulau. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menata ulang sistem transportasi darat dan laut secara terintegrasi. Proyek mercusuar ini merupakan implementasi nyata dari visi pembangunan semesta berencana yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat lokal.

“Pemerintah daerah sedang melakukan studi pembangunan pelabuhan di Sangsit Buleleng, Amed Karangasem, serta pelabuhan Kusamba di Klungkung,” ujar Wayan Koster di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, Kamis kemarin.

Rencana besar ini mencakup pengembangan infrastruktur laut di Celukan Bawang agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pintu masuk tunggal. Koster menilai penumpukan angkutan barang di Pelabuhan Gilimanuk selama ini menjadi pemicu utama kerusakan jalan dan kemacetan panjang. Pemerintah provinsi akan memfasilitasi skema pendanaan melalui investasi pihak swasta dan sokongan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

“Jalur logistik baru ini dirancang agar tidak lagi membebani rute penyeberangan konvensional yang selama ini sudah sangat padat,” kata Gubernur asal Sembiran tersebut.

Dinas Perhubungan mendapatkan instruksi khusus untuk segera merancang konektivitas rute dari Ketapang langsung menuju wilayah Bali Utara dan Timur. Skema ini mengadopsi keberhasilan rute penyeberangan di Pulau Jawa yang mampu memangkas waktu tempuh kendaraan logistik secara signifikan. Pembangunan fasilitas ini tidak memerlukan gedung terminal yang mewah karena fungsi utamanya hanyalah sebagai bongkar muat angkutan barang.

“Nanti rute kendaraan logistik berubah sehingga truk dari Ketapang tidak perlu lagi menyeberang melalui pelabuhan Gilimanuk,” tutur Koster menjelaskan teknis rencana.

Selain pelabuhan, pemerintah daerah juga memprioritaskan penyelesaian Jalan Tol Jagat Kerthi Bali yang menghubungkan wilayah Gilimanuk dengan Mengwi. Jaringan jalan alternatif dari Klungkung dan Bangli menuju kawasan suci Besakih juga masuk dalam daftar proyek strategis tahun depan. Koster optimis bahwa integrasi infrastruktur darat dan laut ini akan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

“Tiga titik pelabuhan ini akan sangat efektif mengurangi arus padat kendaraan berat yang masuk ke jantung Pulau Bali,” ucapnya dengan nada optimis.

Gubernur meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan untuk segera merampungkan konsep paparan sebelum awal April tahun ini. Dokumen rencana tersebut akan dibawa langsung oleh Koster dalam pertemuan khusus bersama Komisi V DPR RI di Jakarta. Percepatan pembangunan ini diharapkan dapat masuk dalam perencanaan teknis APBN agar eksekusi fisik bisa segera terlaksana pada tahun 2027.

“Saya harus membawa konsep yang matang ke Jakarta setelah lebaran agar Bali mendapatkan alokasi anggaran infrastruktur yang lebih besar,” tegas Koster menutup arahannya.

Implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini juga mencakup persiapan operasional kendaraan listrik dan pembangunan sistem transportasi massal Urban Subway. Penataan jalur lalu lintas di wilayah padat penduduk tetap menjadi perhatian utama untuk mendukung kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Semua langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi logistik yang jauh lebih efisien, murah, dan ramah terhadap lingkungan. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here