Gunung Agung Tutup Total Mulai Senin 29 Maret Serangkaian Upacara IBTK

0
37
Gunung Agung tutup untuk pendakian mulai 29 Maret hingga 25 April 2026 demi kelancaran upacara Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih.

InfoJembrana.com | KARANGASEM- Pemerintah Provinsi Bali resmi menutup seluruh akses pendakian menuju puncak Gunung Agung selama pelaksanaan upacara besar di Pura Besakih. Kebijakan penghentian aktivitas wisata luar ruangan ini akan berlangsung selama hampir satu bulan penuh pada tahun ini. Para pendaki maupun wisatawan mancanegara wajib mematuhi aturan demi menjaga kesucian ritual keagamaan umat Hindu.

“Pendakian ke Gunung Agung ditutup mulai dari tanggal 29 Maret sampai dengan 25 April 2026,” kata Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha kepada wartawan di Karangasem, Kamis kemarin.

Panitia penyelenggara upacara telah menyebarkan surat imbauan resmi kepada seluruh penyedia jasa pemandu pendakian setempat. Penutupan jalur ini berkaitan erat dengan rangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh serta Ida Bhatara Turun Kabeh. Area gunung tertinggi di Pulau Dewata tersebut harus steril dari aktivitas manusia yang bersifat rekreasi.

“Diharapkan imbauan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan tertib serta dapat dipatuhi dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Jro Mangku Widiartha menambahkan.

Masyarakat setempat meyakini bahwa Gunung Agung merupakan stana para dewa yang menjadi hulu spiritual bagi masyarakat Bali. Keberadaan Pura Agung Besakih di kaki gunung membuat dua kawasan ini menjadi satu kesatuan wilayah suci. Aktivitas manusia di puncak gunung dikhawatirkan dapat mengganggu kekhusyukan umat yang sedang melaksanakan prosesi persembahyangan.

“Gunung Agung dan Pura Besakih tidak bisa dipisahkan secara spiritual karena berada dalam satu kesatuan wilayah suci,” ucap Widiartha menjelaskan.

Ritual Ida Bhatara Turun Kabeh merupakan salah satu upacara keagamaan terbesar yang digelar setiap satu tahun sekali. Seluruh rangkaian upacara adat ini akan berlangsung selama dua puluh satu hari di kompleks pura tersebut. Panitia pelaksana telah memulai berbagai tahapan persiapan sejak awal Maret melalui sejumlah ritual penyucian.

“Rangkaian ritual telah dimulai sejak awal Maret dengan sejumlah tahapan upacara mulai dari persiapan hingga prosesi utama,” tutur Widiartha lagi.

Puncak upacara suci ini dijadwalkan jatuh pada tanggal 2 April 2026 yang bertepatan dengan hari Purnama Sasih Kedasa. Setelah puncak karya selesai, seluruh kabupaten dan kota di Bali akan melaksanakan upacara penganyar secara bergiliran. Kehadiran ribuan pemedek dari berbagai daerah diprediksi akan memadati kawasan Besakih hingga akhir masa upacara.

“Setelah seluruh rangkaian karya usai, jalur pendakian akan kembali dibuka seperti biasa untuk masyarakat umum,” kata Jro Mangku Widiartha menutup pembicaraan.

Petugas keamanan desa adat atau Pecalang akan melakukan penjagaan ketat pada setiap pintu masuk jalur pendakian. Wisatawan yang sudah terlanjur mengagendakan perjalanan ke puncak gunung diminta segera melakukan penjadwalan ulang waktu keberangkatan. Kepatuhan terhadap aturan adat ini menjadi simbol penghormatan bagi tradisi lokal yang masih terjaga dengan sangat kuat. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here