
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kelelahan ekstrem dan cuaca panas di tengah antrean panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk memakan korban. Sedikitnya 16 pemudik dilaporkan tumbang dan mengalami pingsan (heat syncope) saat menunggu giliran menyeberang pada Minggu 15 Maret 2026.
Lonjakan volume kendaraan yang memadati kawasan Terminal Kargo hingga area pertokoan Gilimanuk memaksa para pemudik bertahan di bawah terik matahari dalam waktu lama. Kondisi fisik yang terkuras memicu belasan orang kehilangan kesadaran di tengah jalur antrean sepeda motor.
Menyikapi situasi tersebut, Satgas Banops Subsatgas Dokkes Polres Jembrana bergerak menyisir titik-titik kepadatan. Tim medis memberikan penanganan darurat mulai dari pemeriksaan tanda vital hingga terapi fisik di lokasi.
“Kami menemukan 16 orang mengalami pingsan karena kelelahan dan satu orang mengalami luka robek akibat insiden di jalan. Fokus kami adalah memastikan mereka stabil sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Kasi Humas Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya.
Berdasarkan data lapangan, layanan kesehatan yang diberikan oleh Tim Dokkes, kepada 16 pemudik yang mengalami heat syncope (pingsan) akibat dehidrasi dan kelelahan akut dalam antrean dan 1 pemudik yang mengalami vulnus laceratum (luka robek) dan harus menjalani tindakan jahit luka di tempat.
“Lokasi layanan di Terminal Kargo Gilimanuk, Simpang Karantina, dan sepanjang jalur antrean motor,” jelasnya.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, mengimbau agar para pemudik tidak memaksakan diri. Mengingat kepadatan arus mudik tahun 2026 ini cukup tinggi, masyarakat diminta segera menuju Pos Pelayanan Kesehatan jika mulai merasakan pusing atau lemas sebelum kondisi memburuk.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh pemudik yang sempat pingsan telah dinyatakan pulih dan diizinkan melanjutkan perjalanan setelah mendapatkan waktu istirahat yang cukup. CAK/IJN

