Bandel! Truk Sumbu Tiga Masih “Cekik” Jalur Mudik

0
83
Sejumlah truk ukuran panjang masih nampak melintas dan antre di tengah padatnya arus mudik di wilayah Desa Tukadaya, Melaya, Jembrana Sabtu 14 Maret 2026. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Larangan operasional angkutan logistik sumbu tiga ke atas tampaknya masih dipandang sebelah mata. Di tengah lonjakan arus mudik Lebaran 2026, keberadaan truk raksasa ini menjadi biang kerok kemacetan horor hingga 25 kilometer di jalur Denpasar-Gilimanuk, Sabtu 14 Maret 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan pribadi dan pemudik motor mengular dari Pelabuhan Gilimanuk hingga wilayah Desa Tukadaya, Melaya. Ironisnya, di tengah pembatasan yang seharusnya sudah berlaku, truk tronton sumbu tiga masih bebas melenggang dan menghambat laju kendaraan kecil yang kesulitan menyalip.

Selain volume kendaraan yang membeludak, dominasi truk besar menjadi pemicu utama titik jenuh lalu lintas. Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan, sejumlah fakta di lapangan mengungkap hambatan serius, seperti kendaraan sumbu tiga tetap beroperasi di tengah jadwal pembatasan operasional serta truk trailer yang mengalami kendala mesin di jalur krusial memperparah sumbatan.

Selain itu, ditemukan sejumlah pengemudi truk yang tertidur saat antrean, sehingga memutus aliran arus di belakangnya. “Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran Polres di Denpasar, Badung, dan Tabanan untuk membatasi operasional truk sumbu tiga. Kendaraan yang trouble di jalan sangat menghambat, kami minta kesiapan fisik kendaraan diperhatikan,” tegas AKBP Citra Dewi.

Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya kini mulai menyisir dan mengarahkan truk-truk besar masuk ke kantong parkir UPPKB Cekik untuk sterilisasi jalur.

Kondisi ini juga sempat dikeluhkan sejumlah pemudik, terutama pemudik yang menggunakan kendaraan kecil atau mobil pribadi. Seperti yang diungkapkan Hariono (45) asal Jombang, Jawa Timur.
“Tadi dari arah timur lumayan padat dan banyak juga truk truk besar di depan jadi sulit nyalip. Sekarang sampai di sini (Tukadaya) sudah kejebak macet lagi. Jam berapa sampai pelabuhan ini,” tutur Hariono ditemui saat masuk ekor antrean di wilayah Desa Tukadaya.

Saat ini, otoritas pelabuhan telah mengoperasikan 32 kapal dengan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk mempercepat penguraian massa. Polisi mengimbau pemudik untuk tetap disiplin di jalur dan tidak nekat melakukan aksi “ngeblong” yang dapat memperburuk situasi. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here