
InfoJembrana.com | BULELENG – Image negatif permainan kartu mulai terkikis seiring bangkitnya Domino ala Orado sebagai cabang olahraga rekreasi yang mengedepankan intelektualitas. Langkah besar ini ditandai dengan digelarnya Turnamen Domino Orado di Krisna Beach Street, Rabu 11 Maret 2026 yang melibatkan belasan tim untuk beradu strategi dan kemampuan berpikir kritis.
Turnamen ini bukan sekadar ajang kumpul komunitas, melainkan misi serius untuk memperkenalkan Orado sebagai olahraga yang setara dengan catur. Sebanyak 12 tim yang terdiri dari 8 tim kategori senior dan 4 tim kategori junior bertarung sengit, membuktikan bahwa permainan ini mulai merambah lintas generasi, dari sekolah hingga banjar.
Ketua Pengcab Orado Buleleng, Dewa Gede Kresna Mahaputra (Dede), menegaskan bahwa Orado memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi olahraga prestasi.
“Target kami jelas, memperkenalkan Orado sebagai cabang olahraga rekreasi baru sekaligus mengubah citra negatif domino menjadi aktivitas yang positif dan edukatif,” ujar Dede, dalam keterangannya, Kamis 12 Maret 2026.
Senada dengan Dede, Ketua Orado Provinsi Bali, Dewa Mahayadnya (Dewa Jack), melihat potensi besar olahraga ini dalam mencerdaskan masyarakat. Menurutnya, konsistensi pengembangan Orado dapat memberikan dampak ganda, yakni melahirkan atlet dengan mencetak bibit unggul dari Buleleng untuk ajang Porprov. Selain itu juga, menjadi daya tarik wisata, menjadi magnet baru bagi wisatawan melalui kompetisi rekreasi yang unik.
Optimisme besar menyelimuti perkembangan Orado di Bali. Dengan sistem permainan yang menuntut konsentrasi tinggi dan analisis mendalam, pihak pengelola menargetkan olahraga ini segera berada di bawah naungan KONI. Jika ini terwujud, Domino Orado akan resmi menjadi bagian dari kompetisi daerah hingga nasional, mempertegas posisinya sebagai olahraga strategi yang bergengsi di Pulau Dewata. CAK/IJN

