
InfoJembrana.com | JEMBRANA- Panitia pusat Pura Agung Besakih telah merilis jadwal resmi rangkaian upacara besar Ida Bhatara Turun Kabeh tahun 2026. Seluruh umat Hindu di Bali kini bersiap menyambut ritual tahunan yang berpusat di lereng Gunung Agung tersebut. Puncak upacara sakral ini akan berlangsung tepat pada hari Kamis tanggal 2 April 2026 mendatang.
Rangkaian ritual tersebut dimulai lebih awal dengan berbagai persiapan sarana prasarana upacara yang sangat mendetail. Petugas telah menetapkan tanggal 9 Maret 2026 sebagai titik awal dimulainya seluruh prosesi awal di Besakih. Agenda pembukaan meliputi upacara Ngaturang Pemiyut serta prosesi Negtegang dan Ngunggahang Sunari di area pura.
Panitia juga menjadwalkan prosesi Pangrajeg serta Pangemit Karya guna memastikan kelancaran seluruh tahapan upacara besar tersebut. Kehadiran ribuan umat dari berbagai penjuru daerah memerlukan pengaturan waktu yang sangat ketat dan disiplin tinggi. Sinkronisasi antara panitia pusat dengan relawan lokal menjadi kunci utama kesuksesan ritual tahunan umat Hindu ini.
Memasuki akhir Maret, intensitas kegiatan ritual di Pura Agung Besakih akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Para petugas upacara bakal melaksanakan ritual Mapepada serta Bhumi Sudha pada hari Kamis tanggal 26 Maret. Agenda penting berlanjut dengan prosesi Memben sebagai tahap pembersihan spiritual terakhir sebelum menuju puncak upacara utama.
Puncak keramaian awal diprediksi terjadi pada tanggal 29 Maret 2026 saat prosesi Melasti menuju Tegal Suci. Ribuan pemedek biasanya akan mengiringi perjalanan sakral pratima menuju sumber air suci untuk ritual pembersihan alam semesta. Panitia mengatur jalur transportasi sedemikian rupa guna menghindari kemacetan parah di sepanjang jalan menuju area suci.
Setelah puncak upacara pada 2 April, Ida Bhatara akan nyejer atau berstana selama dua puluh satu hari penuh. Masa tersebut memberikan kesempatan sangat luas bagi seluruh umat untuk melaksanakan bakti penganyar sesuai jadwal masing-masing. Pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Bali mendapat giliran khusus guna mengatur arus massa agar tetap tertib.
Sistem pembagian jadwal penganyar ini bertujuan untuk memecah konsentrasi massa pada satu waktu yang bersamaan di Besakih. Setiap perwakilan instansi serta kabupaten wajib mengikuti arahan waktu yang telah ditetapkan secara kolektif oleh pihak panitia. Koordinasi yang baik diharapkan mampu menciptakan suasana persembahyangan yang tetap khusyuk bagi seluruh pemedek yang hadir.
Seluruh rangkaian besar Karya Ida Bhatara Turun Kabeh ini akan berakhir pada upacara penyineban bulan April nanti. Panitia menetapkan hari Kamis tanggal 23 April 2026 sebagai penutup rangkaian ritual panjang selama tiga minggu tersebut. Prosesi penyineban menandai kembalinya seluruh prabawa Tuhan ke alam sunyata setelah memberikan anugerah kepada umat manusia. (GA/IJN).

