
InfoJembrana.com | DENPASAR- Tim Kedokteran Forensik RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah bersama penyidik Kepolisian Daerah Bali telah mengirimkan enam sampel tulang korban mutilasi ke Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri. Langkah krusial ini diambil guna memastikan identitas jasad melalui uji deoxyribonucleic acid (DNA) karena kondisi fisik jenazah sudah sulit dikenali secara kasat mata. Polisi menduga kuat potongan tubuh tersebut berkaitan erat dengan laporan hilangnya seorang warga negara asing yang sempat menghebohkan publik baru-baru ini.
“Kami mengirimkan enam sampel tulang serta jaringan lunak ke Puslabfor Bareskrim Mabes Polri untuk mempercepat proses identifikasi secara ilmiah,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, dilansir dari berbagai sumber.
Penyidik menemukan potongan tubuh manusia tersebut tersebar di beberapa titik berbeda di sekitar muara Sungai Wos dan pesisir Pantai Ketewel sejak pekan lalu. Bagian tubuh yang ditemukan meliputi kepala, dada, lengan, hingga kaki dengan ciri khusus berupa tato pada salah satu bagian tangan korban tersebut. Tim Disaster Victim Identification Polda Bali bekerja ekstra keras guna merangkai kembali potongan-potongan tubuh itu sebelum melakukan pengambilan sampel biologis untuk uji laboratorium.
“Hasil uji laboratorium forensik akan menjadi kunci utama bagi kami untuk memastikan identitas asli dari korban mutilasi yang ditemukan warga tersebut,” katanya.
Dugaan keterkaitan dengan warga negara asing menguat setelah polisi menerima laporan adanya dugaan tindak pidana penculikan yang terjadi di wilayah hukum Polda Bali. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan konsulat jenderal terkait guna mengambil sampel DNA dari keluarga korban sebagai data pembanding yang sah dan akurat. Saat ini penyidik tengah melakukan pengejaran intensif terhadap beberapa orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi keji pembuangan potongan tubuh di pantai tersebut.
“Pihak keluarga melalui konsulat sudah memberikan izin untuk pengambilan sampel pembanding guna dicocokkan dengan profil DNA potongan tubuh yang kami amankan,” tuturnya.
Pakar forensik menyebutkan bahwa perkiraan waktu kematian korban berkisar antara dua hingga tiga hari sebelum potongan kepala ditemukan pertama kali oleh warga setempat. Polisi juga tengah mendalami rekaman kamera pengawas di sepanjang jalur menuju Pantai Ketewel untuk melacak pergerakan kendaraan yang mencurigakan saat kejadian berlangsung. Masyarakat diimbau tetap tenang dan segera melapor jika menemukan benda atau aktivitas mencurigakan karena penyisiran di area pantai masih terus dilakukan petugas.
“Kami terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga ke bibir pantai untuk mencari kemungkinan adanya bagian tubuh lain yang belum ditemukan,” jelasnya.
Kasus mutilasi yang tergolong sangat sadis ini menjadi atensi khusus pimpinan Polri karena lokasinya berada di kawasan wisata yang cukup populer bagi turis. Keamanan di wilayah pesisir Gianyar kini ditingkatkan dengan patroli rutin guna memberikan rasa aman bagi warga setempat maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali. Kepastian motif di balik tindakan keji ini akan terungkap secara benderang setelah identitas korban dan seluruh pelaku berhasil ditangkap oleh pihak berwenang.
“Proses penyelidikan ini dilakukan secara teliti dan transparan agar keadilan bagi korban dapat segera ditegakkan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (GA/IJN).

