Mahasiswa Magang Jembrana Meninggal Dunia di Malaysia

0
378
Ketua DPRD Jembrana mengunjungi langsung dan berkoordinasi untuk pemulangan jenazah almarhum ke rumah duka di Yehembang, Jembrana, Minggu 25 Januari 2026. Sumber foto : Istimewa /IJN.

​InfoJembrana.com | JEMBRANA – Kabar duka menyelimuti Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Jembrana. I Made Berta, seorang mahasiswa salah satu kampus internasional di Gianyar, dilaporkan meninggal dunia saat tengah menjalani program magang di sebuah hotel di Malaysia, Sabtu 24 Januari 2026.

​Tragedi ini memukul perasaan keluarga, mengingat korban merupakan anak laki-laki tunggal. Kepergiannya yang mendadak pada pukul 00.00 waktu setempat menyisakan duka mendalam bagi rekan sejawat dan keluarga di tanah air.

​Korban ditemukan pertama kali oleh rekan sekamarnya asal Lombok yang baru saja menyelesaikan shift sore. Saat memasuki kamar sekitar tengah malam, saksi mendapati tubuh Made Berta sudah dalam kondisi kaku.

​Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakerperin Jembrana, Putu Agus Arimbawa, mengonfirmasi kejadian tersebut setelah mengunjungi rumah duka pada Minggu 25 Januari 2026.

​”Korban baru menjalani empat bulan dari total enam bulan masa magang. Informasi awal menunjukkan dugaan serangan jantung mendadak, meski pihak keluarga menyatakan korban tidak memiliki riwayat sakit sebelumnya,” ujar Agus.

​Dua hari sebelum berpulang, Made Berta sempat melakukan panggilan video dengan keluarganya dalam kondisi sehat dan tanpa keluhan medis. Kabar duka baru diterima keluarga pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 Wita melalui pihak kampus.

Pemkab Jembrana, melalui Disnakerperin dan koordinasi Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, berkunjung langsung ke pihak keluarga korban untuk memastikan proses hingga jenazah tiba di rumah duka.

“Korban berangkat secara resmi dari sekolahnya dan sudah tercakup dalam asuransi. Saat ini korban masih berada di rumah sakit untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak rumah sakit dan kepolisian setempat, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa korban mengalami kelainan jantung dan meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak.

“Hasil pemeriksaan rumah sakit dan kepolisian setempat sekitar pukul 16.00 Wita menyebutkan korban murni mengalami gangguan jantung. Saat ditemukan, kondisi dada korban sudah membiru. Usia korban 22 tahun,” jelasnya.

Terkait proses pemulangan jenazah, Sri mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan sekolah. Karena korban tercatat dalam program asuransi magang dan meninggal dunia akibat sakit, seluruh proses pemulangan jenazah akan ditanggung hingga tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

“Untuk jadwal pemulangan, saat ini masih dalam proses pengurusan administrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia. Pihak hotel dan perusahaan asuransi yang telah memiliki nota kesepahaman (MoU) tengah menangani proses tersebut. Informasi dari pihak sekolah, administrasi masih berjalan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga masih dalam suasana berkabung dan menunggu kepastian jadwal kedatangan jenazah dari Malaysia. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here