{"id":9384,"date":"2025-11-11T15:58:47","date_gmt":"2025-11-11T07:58:47","guid":{"rendered":"https:\/\/infojembrana.com\/?p=9384"},"modified":"2025-11-11T15:58:47","modified_gmt":"2025-11-11T07:58:47","slug":"susuri-konservasi-di-bali-barat-hutan-mangrove-68-hektare-untuk-tracking-dan-edukasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/2025\/11\/11\/susuri-konservasi-di-bali-barat-hutan-mangrove-68-hektare-untuk-tracking-dan-edukasi\/","title":{"rendered":"Susuri Konservasi di Bali Barat, Hutan Mangrove 68 Hektare untuk Tracking dan Edukasi"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>InfoJembrana.com | JEMBRANA- <\/strong>Ekowisata Mangrove Perancak berada di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Kawasan hutan bakau ini sangat luas sekitar 68 Hektare dan masih asri, untuk masuk ke <em>jogging track<\/em>, tiketnya sangat terjangkau. Pengunjung dewasa hanya dipungut biaya Rp10.000 saja, sementara anak-anak cukup membayar tiket masuk Rp5.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pusat Konservasi dan <em>Tracking<\/em> yang Menarik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kawasan ini dikelola dengan dua pendekatan utama, pengelola fokus pada aspek konservasi dan juga edukasi. Pohon <em>mangrove<\/em> di sini tumbuh subur dan sangat rindang. Hutan bakau ini berfungsi penting melestarikan lingkungan, pohon <em>mangrove<\/em> juga sangat efektif mencegah abrasi pantai.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengunjung dapat melakukan beragam kegiatan seru di sini. Daya tarik utama termasuk <em>tracking<\/em> atau penjelajahan, selain itu juga tersedia sesi edukasi, fotografi, dan berswafoto.<\/p>\n\n\n\n<p>Fasilitas <em>tracking<\/em> utamanya adalah <em>jogging track<\/em> kayu. Jalur ini memiliki panjang 165,45 meter, yang dibangun pada tahun 2020. Jika ingin berkeliling lebih lama, ada pilihan susur sungai. Pengunjung bisa menyusuri sungai sepanjang 1,5 kilometer, yang memakan waktu kurang lebih 15 menit. Anda akan disuguhi pemandangan hutan bakau yang asri, menjadi kegiatan yang cocok sebagai konsep <em>new normal tourism<\/em> pasca Covid-19.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keanekaragaman Hayati dan Kaitan Wisata Lain<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Potensi Wisata Jembrana Murah ini sangat besar, misalnya saja hutan <em>mangrove<\/em> yang memiliki keberagaman jenis pohon bakau. Di sini terdapat hingga 17 jenis <em>mangrove<\/em> berbeda, contohnya ada <em>Rhizopora mucronata<\/em> dan <em>Xylocarpus rumpii<\/em>. Adapun juga jenis <em>Avicennia alba<\/em> dan <em>Nypa fruticans<\/em>, sehingga keberagaman inilah menjadi sumber daya alam atau daya tarik utamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kawasan ekowisata ini berada dalam satu paket wisata, dengan kata lain wisatawan dapat sekalian mengunjungi kelompok pelestari penyu. Kelompok ini bernama Kurma Asih dan dikoordinatori oleh Bapak Anom. Kunjungan ke sini memberikan pengalaman <em>all-in-one<\/em> yang lengkap.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kepercayaan dan Otoritas Sebagai Destinasi Utama<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pengelolaan dengan konsep konservasi menunjukkan keahlian pihak terkait. Adanya edukasi menambah nilai kepercayaan bagi keluarga, terhadap Ekowisata Mangrove Perancak. Potensi ini sangat besar dan harus terus dikembangkan. Kapan lagi bisa menjelajahi hutan bakau selengkap ini, untuk itu segera agendakan liburan Anda ke <strong>Ekowisata Mangrove Bali <\/strong>ini. <strong>(GA\/IJN).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>InfoJembrana.com | JEMBRANA- Ekowisata Mangrove Perancak berada di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Kawasan hutan bakau ini sangat luas sekitar 68 Hektare dan masih asri, untuk masuk ke jogging track, tiketnya sangat terjangkau. Pengunjung dewasa hanya dipungut biaya Rp10.000 saja, sementara anak-anak cukup membayar tiket masuk Rp5.000. Pusat Konservasi dan Tracking yang Menarik Kawasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":9385,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[2323,970,124,2322],"class_list":{"0":"post-9384","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-perancak","8":"tag-ekowisata-mangrove-bali","9":"tag-infojembrana","10":"tag-jembrana","11":"tag-wisata-jembrana-murah"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9384"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9384\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9386,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9384\/revisions\/9386"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}