{"id":6119,"date":"2024-10-18T21:37:46","date_gmt":"2024-10-18T13:37:46","guid":{"rendered":"https:\/\/infojembrana.com\/?p=6119"},"modified":"2024-10-18T21:37:48","modified_gmt":"2024-10-18T13:37:48","slug":"bongkar-praktik-gelap-mafia-tanah-di-bandung-menteri-ahy-kita-berhasil-selamatkan-potensi-kerugian-lebih-dari-rp36-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/2024\/10\/18\/bongkar-praktik-gelap-mafia-tanah-di-bandung-menteri-ahy-kita-berhasil-selamatkan-potensi-kerugian-lebih-dari-rp36-triliun\/","title":{"rendered":"Bongkar Praktik Gelap Mafia Tanah di Bandung, Menteri AHY: Kita Berhasil Selamatkan Potensi Kerugian Lebih dari Rp3,6 Triliun"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>BANDUNG, (IJN) &#8211; <\/strong>Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali mengungkap kasus tindak pidana pertanahan yang dilakukan oleh mafia tanah. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolda Jawa Barat, Jumat, 18 Oktober 2024, ia membeberkan kasus di Kota dan Kabupaten Bandung yang telah mengakibatkan kerugian, baik bagi masyarakat maupun bagi negara dengan total senilai Rp3,65 triliun.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYang pertama, kita menyelamatkan masyarakat dari ketidakadilan. Yang kedua, mencegah semakin berkembangnya situasi yang tidak menentu. Dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial dan kita bisa menyelamatkan potensi kerugian negara dan masyarakat yang jumlahnya besar, lebih dari Rp36 triliun karena ini lokasi (tanah) sangat strategis yang kalau dikembangkan punya nilai yang tinggi,\u201d ujar Menteri AHY.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia memaparkan, kasus di Dago Elos, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat dilakukan dengan modus operandi pemalsuan surat dan\/atau memasukan keterangan palsu ke dalam suatu Akta Otentik. Lokasi objek bidang tanah yang menjadi persoalan ini merupakan bagian wilayah metropolitan dan salah satu wilayah strategis, sehingga total kerugian yang berhasil diselamatkan pada kasus ini sebesar Rp3.603.335.000.000.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/infojembrana.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_0720-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6121\" style=\"width:525px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/infojembrana.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_0720-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/infojembrana.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_0720-300x200.jpeg 300w, https:\/\/infojembrana.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_0720-768x512.jpeg 768w, https:\/\/infojembrana.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_0720-1536x1024.jpeg 1536w, https:\/\/infojembrana.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_0720-2048x1366.jpeg 2048w, https:\/\/infojembrana.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_0720-150x100.jpeg 150w, https:\/\/infojembrana.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_0720-696x464.jpeg 696w, https:\/\/infojembrana.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_0720-1068x712.jpeg 1068w, https:\/\/infojembrana.com\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/IMG_0720-1920x1280.jpeg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Kasus lainnya terjadi di Kabupaten Bandung dengan modus operandi pemalsuan surat, penipuan, dan penggelapan jasa pengurusan perizinan pembangunan perumahan. Lokasi objek bidang tanah akan dibangun sejumlah 264 unit rumah, maka total kerugian yang dapat diselamatkan pada kasus ini sebesar Rp51.391.343.500.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemberantasan mafia tanah terus dilaksanakan di berbagai daerah oleh Kementerian ATR\/BPN melalui Satgas Anti-Mafia Tanah yang berkolaborasi dengan Kepolisian, Kejaksaan, serta pemerintah daerah (Pemda), serta peran aktif masyarakat. \u201cBagi kami, satu rupiah pun harus dipertanggungjawabkan, satu rupiah pun harus dicegah dari perbuatan kejahatan yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat maupun negara, jadi ini juga menjadi concern kami,\u201d tegas Menteri ATR\/Kepala BPN.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jawa Barat, Akhmad Wiyagus menuturkan komitmen Polda Jawa Barat untuk menindak dengan tegas setiap pelanggaran hukum di bidang pertanahan tanpa pandang bulu. \u201cDemi menjaga keadilan, kepastian, dan kemanfaatan bagi seluruh masyarakat, kami membutuhkan dukungan dari semua pihak agar penanganan kasus-kasus ini berjalan lancar. Saya juga ingin mengajak seluruh jajaran dan segenap masyarakat mendukung penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik sekaligus Ketua Satgas Anti-Mafia Tanah Kementerian ATR\/BPN, Arif Rachman menjelaskan bahwa seluruh pihak telah berkoordinasi dengan baik dalam memberantas mafia tanah di Kota dan Kabupaten Bandung. \u201cMari kita tetap bersinergi dan kita menghukum mafia tanah yang telah menjadi musuh bersama. Gebuk, gebuk, gebuk, mafia tanah!\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hadir mendampingi Menteri AHY dalam kesempatan ini, Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Iljas Tedjo Prijono; Staf Khusus Bidang Pemberantasan Mafia Tanah, Widodo, Staf Khusus Bidang Manajemen Internal, Agust Jovan Latuconsina; sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR\/BPN; dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat beserta jajaran. Turut hadir, jajaran Polda Jawa Barat dan perwakilan Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, serta Forkopimda Jawa Barat. <strong>YS\/PHAL\/IJN<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNG, (IJN) &#8211; Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali mengungkap kasus tindak pidana pertanahan yang dilakukan oleh mafia tanah. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolda Jawa Barat, Jumat, 18 Oktober 2024, ia membeberkan kasus di Kota dan Kabupaten Bandung yang telah mengakibatkan kerugian, baik bagi masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6120,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1422,1423],"class_list":{"0":"post-6119","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorised","8":"tag-ahymenteriatr","9":"tag-kementerianatrbpn"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6119"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6122,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6119\/revisions\/6122"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}