{"id":5131,"date":"2024-07-07T19:18:04","date_gmt":"2024-07-07T11:18:04","guid":{"rendered":"https:\/\/infojembrana.com\/?p=5131"},"modified":"2024-07-07T19:18:05","modified_gmt":"2024-07-07T11:18:05","slug":"warga-sari-kuning-buat-tamas-topang-ekonomi-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/2024\/07\/07\/warga-sari-kuning-buat-tamas-topang-ekonomi-keluarga\/","title":{"rendered":"Warga Sari Kuning Buat Tamas Topang Ekonomi Keluarga"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>JEMBRANA, (IJN) &#8211; <\/strong>Kreatifitas masyarakat Banjar Sari Kuning Desa Tukadaya Kecamatan Melaya, tidak hanya berhenti menggeluti usaha kerajinan menganyam berbahan bambu saja, tetapi juga melakukan upaya kreatifitas kerajinan lainnya. Guna meningkatkan roda menopang perekonomian, masyarakat setempat membuat tamas.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan kerajinan mejejahitan membuat tamas tersebut ternyata menjadi mata pencaharian tambahan pada hampir seluruh warga di Banjar Sari Kuning, terutama dilakoni para ibu rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<p>Usaha mengerjakan tamas ini bermula dari pekerjaan sampingan. Tetapi karena roda pemasaran atau penjualan cukup lancar sehingga diminati masyarakat dan dilakukan rutin setiap hari bagi ibu-ibu rumah tangga. Selain pekerjaan kelompok, juga bisa dikerjakan di rumahnya masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Penjualannya biasanya dibeli oleh pengepul dan selanjutnya ada pembeli yang datang dengan angkutan kendaraan pikap, tentunya dengan jumlah pembelian cukup banyak. Satu ikat tamas itu, biasanya berjumlah 50 buah. Penjualannya dilakukan secara rutin, biasanya sampai beberapa ikat dengan skala besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Komang Arini salah seorang perajin dan juga pengepul tamas ditemui beberapa waktu lalu mengaku membeli hasil pengerjaan tamas yang dikerjakan ibu-ibu di Sari Kuning, jumlahnya terkadang sampai 50 ikat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Kalau saya beli dengan jumlah banyak, dapat sampai 50 ikat. Selain itu, saya juga buat sendiri di rumah, namun jumlahnya tidak banyak,&#8221; ujar Arini.<\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan berusia 50 tahun itu juga mengatakan jika membeli tamas yang sudah jadi perikat seharga 12 ribu yang satu ikatnya 50 buah. Lalu saya jual 14 ribu dan terkadang 15 ribu rupiah,&#8221; ujar Arini yang juga masih sebagai anggota Kelompok perajin Dwi Karya Usaha Banjar Sari Kuninng.<\/p>\n\n\n\n<p>Penjualannya dengan sistem pengambilan tamas dengan jumlah banyak yang akan dikirim ke luar kota. Untuk ukuran tamas bermacam dan jenisnya serta kegunaannya. Menurutnya ukuran paling kecil harganya terkadang hanya 10 ribu. Lalu ukuran lainnya biasanya dijual 12 ribu hingga ada yang sampai 15 ribu rupiah. Berapapun harganya isi perikatnya tetap 50 buah. Rata &#8211; rata penjualannya biasanya yang agak laris dengan harga 12 ribu. Namun bila mengerjakan sendiri biasanya hanya mendapat 3 ikat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara di tempat terpisah, Perbekel Tukadaya I Made Budi Utama, Jumat 5 Juli 2024 mengatakan terkait adanya pengerjaan sarana bebantenan seperti tamas dan lainnya, pihaknya sudah memperhatikannya yang dilakukan pasca pandemi covid 19. Bentuk perhatiannya dengan memasang programnya dan tahun 2024 ini, pihaknya akan membantu dua kelompok ibu-ibu perajin sarana bebantenan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Ada dua kelompok yang akan kami bantu dan sudah masuk di APBDes tinggal tunggu realisasi anggarannya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ada satu kelompok juga yang sudah dibantu. Pihaknya juga merasa prihatin karena kelompok jejahitan ini anggotanya banyak yang berusia lansia. Sebelumnya kata Budi Utama bahwa mereka sebelumnya ikut sebagai kelompok perajin bambu. Namun berjalannya umur dan sudah lansia, sehingga tak mampu lagi mencari bahan bambu. Sehingga mereka para ibu rumah tangga beralih ke kerajinan membuat sarana bebantenan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8221; Mereka mencari bahannya seperti daun kelapa agak mudah bisa beli ke tetangga misalnya. Ke depan sudah kami pasang anggarannya dan sampai tahun ini kita sudah membantu tiga kelompok , berupa sarana seperti pisau untuk motong-motong. Selain itu juga memfasilitasi sarana bebantenan lainnya,&#8221; papar perbekel.<\/p>\n\n\n\n<p>Khusus di Banjar Sari Kuning sekitar 80 persen lebih warganya membuat sarana bebantenan seperti tamas, yang rata-rata dikerjakan ibu-ibu rumah tangga yang awalnya membuat tamas itu tergolong pekerjaan sampingan. Meski pekerjaan sampingan, tetapi sangat laris sehingga rutin dikerjakan oleh mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Masyarakat senang kalau pemasarannya lancar,&#8221; ujarnya bangga. <strong>ONO\/IJN<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JEMBRANA, (IJN) &#8211; Kreatifitas masyarakat Banjar Sari Kuning Desa Tukadaya Kecamatan Melaya, tidak hanya berhenti menggeluti usaha kerajinan menganyam berbahan bambu saja, tetapi juga melakukan upaya kreatifitas kerajinan lainnya. Guna meningkatkan roda menopang perekonomian, masyarakat setempat membuat tamas. Bahkan kerajinan mejejahitan membuat tamas tersebut ternyata menjadi mata pencaharian tambahan pada hampir seluruh warga di Banjar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5132,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[970,124,1280,1279],"class_list":{"0":"post-5131","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tukadaya","8":"tag-infojembrana","9":"tag-jembrana","10":"tag-kerajinan-menganyam","11":"tag-tamas"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5131"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5131\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5133,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5131\/revisions\/5133"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/infojembrana.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}