Isu Pariwisata Bali 2026 Sepi Akibat Konflik Global, Begini Tanggapan Gubernur Koster

0
17
Gubernur Bali Wayan Koster. (DOK PEMPROV BALI).

InfoJembrana.com | DENPASAR- Gubernur Bali I Wayan Koster secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa sektor pariwisata Bali 2026 sedang mengalami penurunan drastis. Ia menegaskan bahwa seluruh narasi negatif di media sosial tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan saat ini. Berdasarkan data resmi pemerintah daerah, angka kunjungan wisatawan justru tetap stabil dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

“Kalau dibilang Bali sepi atau ada yang kabur, data menunjukkan kondisi yang sama sekali tidak demikian,” ungkap Wayan Koster saat Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin, 6 April 2026.

Data kedatangan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat sebanyak sembilan ratus ribu lebih wisatawan domestik masuk ke Bali. Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara dari periode Januari hingga Maret tahun ini mencapai angka satu koma enam juta orang lebih. Angka tersebut baru mencakup jalur udara dan belum termasuk para pelancong yang masuk melalui pintu gerbang jalur darat.

“Ini data lewat udara, kalau yang lewat jalur darat jumlahnya pasti akan jauh lebih banyak lagi,” kata Koster menjelaskan perincian angka kunjungan tersebut.

Gubernur juga memberikan keyakinan bahwa situasi keamanan di Pulau Dewata tetap kondusif meskipun sedang terjadi konflik besar di wilayah Timur Tengah. Bali tetap menjadi destinasi yang damai bagi para pelancong asing meskipun banyak analisis luar menyebutkan pariwisata akan segera terpuruk. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan ketat agar tidak ada gangguan keamanan yang merusak citra positif pariwisata pulau seribu pura.

“Banyak yang menganalisis pariwisata Bali akan terpuruk namun saya tegaskan perang di sana dan damai tetap di Bali,” ujar Koster dengan nada bicara yang optimistis.

Namun pada sisi lain, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali mencatat adanya ribuan penumpang yang terdampak pembatalan jadwal penerbangan internasional. Kondisi darurat ini merupakan imbas langsung dari penutupan ruang udara akibat konflik bersenjata yang masih terjadi di Timur Tengah. Sebanyak dua belas ribu penumpang lebih terpaksa menunda keberangkatan atau mencari rute penerbangan alternatif demi alasan keamanan selama perjalanan udara.

“Wisatawan asing memilih menggunakan rute yang lain dan kami terus melakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah pusat,” jelas Kepala Kanwil Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna.

Pihak Imigrasi Bali telah menerbitkan ratusan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi warga negara asing yang tertahan di wilayah Pulau Dewata saat ini. Tercatat sebanyak enam ratus delapan puluh dua izin khusus telah keluar melalui kantor imigrasi di Ngurah Rai, Denpasar, serta Singaraja. Selain itu, ratusan warga negara asing juga memperoleh pembebasan biaya keterlambatan izin tinggal akibat situasi kahar atau force majeure.

“Selama kondisi darurat atau konflik belum mereda maka kami di wilayah akan terus mengimplementasikan kebijakan izin tinggal terpaksa ini,” ungkap Sengky menambahkan informasi.

Sejak akhir Februari hingga awal Maret, puluhan jadwal penerbangan menuju Doha, Dubai, dan Abu Dhabi terpaksa mengalami pembatalan demi keselamatan awak pesawat. Jajaran Imigrasi Bali berkomitmen penuh untuk memberikan kepastian layanan yang mudah bagi para turis yang terjebak dalam situasi sulit tersebut. Pemerintah mengimbau agar seluruh wisatawan mancanegara tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari otoritas bandara serta pihak keimigrasian setempat.

“Jajaran Imigrasi Bali berkomitmen penuh untuk proaktif hadir memberikan kepastian layanan keimigrasian yang mudah dan juga cepat,” tutur Sengky. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here