Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2026, Pura Agung Besakih Bali Perketat Aturan Sampah

0
10
Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh 2026, Pura Agung Besakih Bali. (ss ig @pura_agung_besakih).

InfoJembrana.com | KARANGASEM- Ribuan umat Hindu memadati Pura Agung Besakih untuk mengikuti puncak upacara Ida Bhatara Turun Kabeh yang jatuh pada Purnama Kadasa. Sebanyak sembilan sulinggih memimpin prosesi pemedal agung dengan ritual pemujaan yang berlangsung sangat khidmat sejak pagi hari. Panitia penyelenggara menerapkan protokol kebersihan yang sangat ketat guna menjaga kesucian kawasan tempat suci terbesar di Pulau Dewata tersebut.

“Jumlah sulinggih itu hanya di Penataran Agung saja, belum lagi di pura-pura lainnya di kawasan Besakih,” ujar Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, Kamis, 2 April 2026.

Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan larangan penggunaan plastik sekali pakai bagi seluruh pemedek yang hendak melakukan persembahyang warga. Setiap umat wajib membawa kembali sampah pembungkus sarana upakara mereka ke rumah masing-masing agar tidak mengotori area mandala. Kebijakan ini merupakan implementasi nyata dari Surat Edaran Gubernur Bali Nomor Dua Tahun 2026 mengenai tatanan kawasan suci.

“Umat agar tidak menggunakan pembungkus plastik saat ke pura sebagai upaya menjaga kesucian dan kebersihan kawasan Besakih,” ungkap Jro Mangku Widiartha kepada Tempo.

Pihak kepolisian melakukan pengalihan arus lalu lintas secara besar-besaran untuk mengantisipasi kemacetan parah di jalur utama menuju Rendang. Kendaraan pengangkut galian C dilarang melintasi jalur Desa Muncan dan diarahkan menuju jalur alternatif Sidemen menuju Kabupaten Klungkung. Skema parkir juga memisahkan antara bus besar di area Kedungdung dan kendaraan pribadi berukuran kecil pada kawasan parkir Manik Mas.

“Kendaraan pengangkut galian C kami alihkan melintas ke jalur Sidemen-Klungkung demi menjamin kelancaran arus pamedek,” kata Kasat Lantas Polres Karangasem, AKP I Gusti Agung Putu Mahaputra.

Polres Karangasem mengerahkan seratus sembilan puluh empat personel gabungan yang berjaga selama dua puluh empat jam penuh di lapangan. Tim pengurai kemacetan menempati setiap persimpangan jalan krusial untuk memastikan pergerakan kendaraan umat tetap mengalir dengan sangat lancar. Para petugas juga menyediakan layanan teknis gratis bagi mobil pemedek yang mengalami kendala mesin saat menanjak menuju arah pura.

“Personel kami bagi menjadi tiga regu untuk berjaga secara bergantian guna menjamin keamanan seluruh umat yang hadir,” jelas AKP I Gusti Agung Putu Mahaputra menambahkan.

Prosesi Ida Bhatara Turun Kabeh tahun ini akan berlangsung selama tiga minggu ke depan dengan berbagai ritual bhakti penganyar. Seluruh rangkaian karya agung ini rencananya akan berakhir pada tanggal dua puluh tiga April 2026 melalui upacara penyineban. Masyarakat diharapkan terus mematuhi instruksi petugas dan pengelola kawasan agar pelaksanaan ibadah tahunan ini dapat berjalan dengan sukses.

“Edukasi terus kami lakukan setiap pelaksanaan upacara hingga umat terbiasa tidak meninggalkan sampah di kawasan pura,” tutur Jro Mangku Widiartha. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here