Bangga Wi! Putra Asli Jembrana Brigjen I Made Sukawijaya Nakhodai Korpolairud

0
17
Brigjen Pol I Made SUkawijaya S.I.K, M. SI bersama istri Dewi Made Sukawijaya, saat masih menjabat sebagai Direktur Polairud Polda Kalimantan Selatan. (ist/ss ig @rhaditya999).

InfoJembrana.com | JEMBRANA- Gerbong mutasi besar-besaran Kepolisian Negara Republik Indonesia pada awal tahun ini menempatkan seorang putra asli Jembrana, Bali, pada posisi strategis. Brigadir Jenderal I Made Sukawijaya resmi menerima mandat sebagai Direktur Kepolisian Perairan pada Korps Kepolisian Perairan dan Udara Baharkam Polri. Langkah Korps Bhayangkara menunjuk jenderal bintang satu kelahiran Jembrana ini bertujuan memperkuat pengamanan wilayah maritim nasional yang kian kompleks.

Kebijakan rotasi jabatan tersebut menjadi bagian dari strategi pimpinan Polri dalam menyegarkan organisasi secara menyeluruh. Penyegaran ini sekaligus memperkuat soliditas kepemimpinan institusi dalam menghadapi dinamika tugas keamanan yang semakin berat. Markas Besar Kepolisian menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera beradaptasi dengan formasi kepemimpinan baru demi stabilitas nasional.

Penunjukan lulusan Akademi Kepolisian 1997 Batalyon Wira Pratama ini dianggap sangat tepat mengingat rekam jejak panjangnya di dunia kepolisian perairan. Sukawijaya kini memikul tanggung jawab besar untuk mengamankan wilayah laut Indonesia dari berbagai ancaman kejahatan transnasional yang berbahaya. Institusi kepolisian menaruh harapan besar pada kemampuan manajerial dan operasional sang jenderal dalam menjaga kedaulatan perairan.

Promosi jabatan tersebut merupakan bentuk pengakuan institusi atas kapasitas kepemimpinan serta rekam jejak pengabdian yang sangat bersih. Penugasan di tingkat nasional ini menjadi fase penguatan pengalaman strategis bagi sang perwira tinggi sebelum mengemban tanggung jawab lebih luas. Kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal menandai kepercayaan penuh pimpinan Polri terhadap integritas putra asli Kabupaten Jembrana tersebut.

Sebelumnya, Sukawijaya telah menorehkan prestasi gemilang saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Buleleng di wilayah pesisir Pulau Dewata. Pengalaman memimpin satuan kewilayahan tersebut menjadi modal berharga bagi dirinya dalam mengelola operasi kepolisian di tingkat pusat. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat disiplin dalam menegakkan aturan hukum tanpa pandang bulu di lapangan.

Kiprah Sukawijaya di tanah kelahirannya mencerminkan komitmen tinggi terhadap pelayanan publik dan penguatan keamanan ketertiban masyarakat. Selama bertugas di Bali, ia berhasil menjaga stabilitas wilayah melalui pendekatan yang humanis namun tetap tegas secara hukum. Keberhasilan tersebut kemudian membawanya menuju panggung kepemimpinan nasional pada direktorat yang sangat krusial bagi kedaulatan maritim.

Tantangan di Direktorat Kepolisian Perairan menuntut kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat. Sukawijaya harus mampu mengoordinasikan patroli laut secara efektif guna menekan angka pencurian ikan serta penyelundupan barang ilegal. Fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi isu keamanan maritim kontemporer yang dinamis.

Direktorat Kepolisian Perairan kini memprioritaskan modernisasi peralatan patroli serta penguatan sistem deteksi dini di wilayah perbatasan laut. Brigjen Sukawijaya mengemban misi khusus untuk menekan angka kejahatan lintas negara yang sering memanfaatkan jalur laut ilegal. Kolaborasi lintas sektor antara Polri dan instansi terkait menjadi kunci utama keberhasilan penegakan hukum di perairan Indonesia.

Rekam jejak karier jenderal asal Jembrana ini memang menunjukkan konsistensi pengabdian yang sangat tinggi pada sektor kepolisian perairan. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Kapal A2-1 di Korpolairud Baharkam Polri yang menjadi fondasi utama pengalaman operasional lautnya. Karier cemerlangnya berlanjut di Kepolisian Daerah Kepulauan Riau saat ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Satuan Patroli pada tahun 2012.

Wilayah Kepulauan Riau merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan pelanggaran batas wilayah yang sangat tinggi di Indonesia. Sukawijaya sukses memimpin berbagai operasi pengamanan laut yang melibatkan ratusan personel di bawah kendali komandonya secara langsung. Pengalaman lapangan ini menjadikannya salah satu perwira menengah yang paling menonjol di bidang kepolisian perairan saat itu.

Selanjutnya, Sukawijaya dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum pada Direktorat Kepolisian Perairan Polda Kepulauan Riau. Posisi tersebut menempatkan dirinya di garis depan dalam menangani berbagai tindak pidana maritim yang merugikan keuangan negara. Keberhasilannya dalam membongkar jaringan penyelundupan lintas negara menjadi poin tambahan yang memperkuat kredibilitasnya sebagai pemimpin strategis.

Divisi penegakan hukum di bawah kendalinya berhasil menyita ribuan barang bukti dari kapal-kapal asing yang melakukan kegiatan ilegal. Prestasi tersebut mendongkrak reputasi Polri dalam menjaga keamanan wilayah laut dari praktik penangkapan ikan secara tidak sah. Keberhasilan ini juga menunjukkan kemampuan Sukawijaya dalam melakukan investigasi mendalam terhadap kasus-kasus maritim yang sangat pelik.

Secara sosiologis, perjalanan karier I Made Sukawijaya mencerminkan tipologi perwira polisi yang berkembang secara organik dari pengalaman lapangan yang sangat kuat. Kombinasi antara kapasitas manajerial dan pemahaman empiris menjadikannya aset strategis bagi penguatan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jabatan ini menjadi fase penguatan pengalaman strategis bagi putra Jembrana tersebut sebelum kemungkinan mengemban tanggung jawab yang lebih luas.

Transformasi karier sang jenderal dari operasional lapangan menuju level kebijakan strategis memberikan perspektif yang sangat komprehensif bagi Korpolairud. Penguasaan medan laut yang mumpuni memungkinkan dirinya untuk merumuskan strategi penindakan yang jauh lebih efektif dan tepat sasaran. Masyarakat Jembrana pun turut berbangga atas pencapaian tertinggi salah satu putra terbaik mereka di kancah nasional. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here