
InfoJembrana.com | KARANGASEM- Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih merancang sistem transportasi terpadu untuk menyambut puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026. Langkah strategis ini bertujuan mengurai kepadatan kendaraan yang kerap mengular di jalur pendakian menuju pura terbesar di Bali tersebut. Otoritas setempat memfokuskan layanan ini pada kenyamanan umat yang hendak melaksanakan persembahyangan di Desa Besakih, Rendang, Karangasem.
“Kami dari Badan Pengelola mempersiapkan sebanyak 20 unit shuttle untuk membantu para pemedek saat tangkil ke Pura Besakih,” ujar Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta.
Panitia membagi armada transportasi tersebut ke dalam dua jenis kendaraan yakni konvensional dan juga bus listrik. Shuttle non-listrik akan melayani jalur utama dari Terminal Kedundung menuju titik poin di kawasan Manik Mas. Petugas mengarahkan seluruh bus besar milik rombongan pemedek agar parkir secara teratur pada area Terminal Kedundung tersebut.
“Armada non-listrik ini akan bersiaga penuh selama 24 jam guna mengantisipasi lonjakan kedatangan umat dari berbagai daerah,” ungkap Muliarta menjelaskan teknis operasional di lapangan.
Pihak pengelola kemudian menyiapkan 10 unit bus listrik untuk melanjutkan perjalanan dari Manik Mas menuju Padma Bhuwana. Jalur ini merupakan area yang paling dekat dengan pusat persembahyangan utama bagi umat Hindu yang datang berbondong-bondong. Namun penggunaan bus listrik ini memiliki aturan ketat karena tidak terbuka untuk masyarakat umum atau wisatawan sehat.
“Prioritas utama kami berikan kepada kelompok lanjut usia, ibu hamil, bayi, penyandang disabilitas, serta para Sulinggih,” kata Muliarta saat merinci skala prioritas penumpang bus listrik.
Umat yang berada dalam kondisi fisik sehat diharapkan tetap berjalan kaki dari Manik Mas menuju Pura Penataran Agung. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan antrean panjang serta menjaga sirkulasi pergerakan manusia di area suci tetap lancar. Masyarakat yang tidak ingin berjalan kaki dapat memanfaatkan jasa ojek lokal yang sudah berkoordinasi dengan badan pengelola.
“Layanan transportasi shuttle ini akan melayani pemedek mulai tanggal 2 sampai dengan 23 April 2026 mendatang,” tutur Muliarta mengenai jadwal resmi pelaksanaan tugas.
Seluruh fasilitas angkutan baik bus listrik maupun armada konvensional tersebut tersedia bagi umat tanpa pungutan biaya sama sekali. Pengelola menjamin akses menuju area suci akan tetap tertib dan nyaman bagi semua kalangan yang mengikuti rangkaian upacara. Keberadaan shuttle gratis ini diharapkan mampu meminimalkan kendaraan pribadi yang masuk terlalu jauh ke dalam zona inti pura.
“Kami berharap para pemedek memahami sistem prioritas ini demi mendukung kelancaran bersama selama rangkaian upacara besar berlangsung,” ujar Muliarta. (GA/IJN).

