
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Estimasi jumlah sampah yang dihasilkan pasca momen arus mudik Lebaran 2026 ini mencapai belasan ton. Jumlah ini diprediksi melonjak drastis dari tahun sebelumnya yang hanya terkumpul 9 ton sampah saat pembersihan di wilayah Kelurahan Gilimanuk.
“Sekarang aja, sampah yang sudah berhasil dikumpulkan dan diangkut ke TPA itu total sekitar 9 ton,” tutur Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, saat ditemui langsung, Senin 23 Maret 2026.
Lurah Tony menyebut, 9 ton sampah yang telah diangkut tersebut, berhasil dibersihkan dari beberapa titik lokasi, seperti terminal Manuver dan areal dalam pelabuhan Gilimanuk sekitar 3,5 ton, dan areal buffer zone terminal Kargo serta dua gang pemukiman, terkumpul sekitar 4,5 ton.
“Ditambah lagi sebelumya, kita sempat melakukan pembersihan sampah di beberapa lokasi yang akan menjadi kunjungan Kapolda berserta rombongan. Itu sekitar 1,5 ton berhasil dikumpulkan. Jadi sekitar 9 ton lebih total saat ini. Sampah dominasi plastik dan Styrofoam, dan sampah residu,” ucapnya.
Menurutnya, jumlah sampah pasca mudik tahun ini, sudah melampaui jumlah sampah pada momen mudik 2025 lalu. Bahkan, kata dia, masih terdapat lokasi yang belum dibersihkan, seperti pada gang-gang pemukiman, jalur utama, hingga di wilayah hutan TNBB. “Kalau semua dibersihkan, perkiraan sudah sekitar belasan ton sampah yang terkumpul. Tahun ini sangat parah,” imbuhnya.
Pihak kelurahan bersama instasi terkait seperti Polres Jembrana, ASDP Gilimanuk, kelompok pedagang, serta masyarakat setempat, terus menggencarkan kegiatan gotong royong bersih sampah di lokasi. Kondisi ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur dan evaluasi, untuk selalu bersinergi terutama dalam hal sosialisasi dan memberikan himbauan kepada para pemudik untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami juga sudah berkordinasi dengan penyedia jasa penyeberangan agar di kapal bisa intens mensosialisasikan terkait kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya para pemudik,” tukasnya. CAK/IJN

