Ratusan Ribu Pemudik Keluar Bali, Ribuan Masih Terjebak Antrean

0
11
Suasana Antrean pemudik sepeda motor di areal Pelabuhan Gilimanuk, Selasa 17 Maret 2026. Sumber foto : CAK/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Jalur arah menuju Pelabuhan Gilimanuk berubah menjadi “neraka” kemacetan sepanjang lebih dari 20 kilometer. Meski data mencatat 309.135 orang telah berhasil menyeberang ke Pulau Jawa hingga H-5 Lebaran, ribuan pemudik lainnya masih terjebak dalam antrean yang nyaris tidak bergerak selama belasan jam.

Kemacetan parah ini dilaporkan memanjang dari Pelabuhan Gilimanuk hingga menyentuh Desa Banyubiru dan Desa Candikusuma. Biang keladinya? Volume kendaraan angkutan barang yang melanggar aturan operasional.

Kisah pilu datang dari Rony, pemudik asal Jepara. Perjalanan yang seharusnya menjadi momen hangat keluarga berubah menjadi ujian kesabaran. Terjebak sejak Senin 16 Maret 2026 sore, ia baru bisa menyentuh gerbang pelabuhan pada Selasa siang.

“Ini mudik paling lama yang saya alami dalam 10 tahun di Bali. Anak saya yang balita terus menangis karena panas dan lelah,” keluh Rony.

Estimasi waktu yang ia habiskan hanya untuk mencapai kapal mencapai 19 jam. Ia menuding banyaknya truk besar yang tetap beroperasi sebagai penyebab utama sempitnya ruang gerak di jalan nasional.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk, terjadi tren kenaikan jumlah penumpang meski jumlah kendaraan secara total sedikit menurun dibanding tahun lalu. “Selama 24 jam (periode 16 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H-5 tercatat jumlah trip di Pelabuhan Gilimanuk sebanyak 251 trip,” jelas Didi Juliansyah, Manajer Usaha ASDP Gilimanuk, dalam keterangan tertulis, Selasa 17 Maret 2026.

Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk pada H-5 mencapai 76.495 orang atau naik 2,9% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 74.321 orang.

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H-5 mencapai 14.398 unit atau turun 6,5% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 15.396 unit. Kendaraan roda empat mencapai 6.350 unit atau turun 4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.615 unit.

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.339 unit atau turun 6,1% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.426 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 938 unit atau naik 24,9% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 751 unit.

Total seluruh kendaraan tercatat 23.025 unit yang telah menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk pada H-5 atau turun 4,8% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 24.188 unit.

Secara kumulatif (H-10 s.d. H-5), sebanyak 309.135 orang telah meninggalkan Bali. Peningkatan signifikan pada moda transportasi bus menunjukkan pergeseran minat masyarakat, namun kehadiran truk tiga sumbu di tengah puncak arus mudik tetap menjadi keluhan utama para pengguna jalan.

Berbanding terbalik dengan arah keluar Bali, arus masuk dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang terpantau lebih landai. Total penumpang yang menyeberang ke Bali pada H-5 tercatat 21.200 orang, dengan kenaikan tipis pada kendaraan roda dua sebesar 13,7%.

Saat ini, petugas di lapangan terus berupaya mengurai kepadatan di jalur utama Jembrana. Pemudik diimbau untuk menjaga kondisi fisik dan memastikan logistik mencukupi selama menunggu antrean panjang yang masih berpotensi terjadi hingga puncak arus mudik tiba. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here