
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk kembali memakan korban jiwa. Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun, I Kadek Rafa Dwi Dana Putra, dilaporkan tewas setelah sepeda motor yang ditumpanginya dihantam keras oleh sebuah mobil Toyota Calya yang diduga merupakan angkutan travel ilegal (bodong), Sabtu 14 Maret 2026.
Insiden berdarah ini terjadi tepat di KM 99-100, wilayah Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, sekitar pukul 11.30 WITA. “Kejadian persis di depan bengkel saya, suara benturan keras sekali sampai kaget,” tutur Djuaini (56) pemilik bengkel yang akrab dipanggil alias Pak Jon, saat ditemui usai kejadian.
Jon menuturkan, sebelum peristiwa nahas terjadi, kedua korban yang merupakan saudara sepupu ini hendak memperbaiki ruji pelek sepeda gayung di bengkel miliknya. Namun karena bengkelnya penuh pelanggan, akhirnya mereka batal memperbaiki di sana. “Mereka (kedua korban) sudah sempat menghidupkan motor, tapi belum jalan, selang beberapa menit tiba tiba mobil dari barat menabrak keras mereka hingga terpental ke timur,” ungkapnya.
Selain menghantam kedua korban, mobil yang sempat berguling-guling tersebut juga menghantam plat deker dan pura (Sanggah Lebuh) milik warga bernama I Gede Arsana, hingga akhirnya terkapar ringsek dengan kepala mobil menghadap ke barat.
“Mobil itu sempat menyeret korban hingga sekitar 15 meter dari depan bengkel hingga depan rumah saya. Diduga travel bodong itu kebut-kebutan dan oleng. Karena kaget suara benturan keras saya berlari keluar, korban dua anak ini sudah tergeletak bersimbah darah,” tambah I Gede Arsana, pemilik rumah.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan membenarkan kecelakaan tragis tersebut. Dijelaskan, kecelakaan bermula saat mobil Toyota Calya bernomor polisi DK-1834-FBU yang dikemudikan Dimas Hermawan (21) asal Jember, Jawa Timur melaju kencang dari arah barat (Gilimanuk) menuju timur (Denpasar).
Setibanya di lokasi kejadian yang memiliki kontur jalan lurus, pengemudi diduga kehilangan kendali atas kendaraannya. “Mobil bergerak ke kiri hingga keluar bahu jalan dan langsung menghantam sepeda motor Yamaha Mio DK-4597-WW yang saat itu sedang berhenti di bahu jalan,” ujar Iptu Aldri Setiawan.
Hantaman keras tersebut membuat dua orang pelajar yang berada di atas motor terpental, yakni I Kadek Rafa Dwi Dana Putra, mengalami luka robek parah di dahi, patah tangan kiri, dan Cedera Kepala Berat (CKB). Korban mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RSU Negara.
Sedangkan, I Putu Mas Bagus Maligia Yudi Saputra (12): Kakak korban yang mengemudikan motor mengalami luka robek di punggung, lecet di dahi, serta memar di tangan dan kaki. Saat ini masih menjalani perawatan medis.
Kendaraan Toyota Calya yang terlibat kecelakaan kini menjadi sorotan. Mobil pribadi yang diduga kuat digunakan sebagai angkutan umum tidak resmi atau travel bodong ini ringsek pada bagian depan dan belakang serta kaca depan pecah.
Kondisi sepeda motor milik korban juga tak kalah parah dari kerusakan mobil tersebut. juga mengalami kerusakan parah hingga ringsek korban Pengemudi, Dimas Hermawan, saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak Satlantas Polres Jembrana telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp15 juta. Kasat Lantas juga kembali mengingatkan bagi pengguna jalan akan bahaya kendaraan angkutan tidak resmi yang kerap memacu kecepatan tinggi di jalur nasional. CAK/IJN

