Gubernur Koster Pimpin Apel Pasukan, Menjaga Toleransi Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 di Bali

0
38
Gubernur Bali Wayan Koster memperkuat toleransi umat beragama saat perayaan Nyepi dan Idul Fitri 2026 yang jatuh secara berdekatan di Bali. (ist).

InfoJembrana.com | DENPASAR- Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh lapisan masyarakat menjaga keamanan daerah selama rangkaian hari besar keagamaan berlangsung. Pemerintah Provinsi Bali mengantisipasi pelaksanaan Hari Raya Nyepi Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang jatuh berdekatan. Koster menyampaikan pesan tersebut saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Mako Brimob Tohpati, Kamis, 12 Maret 2026.

“Kami ingin keamanan dan kondusivitas Daerah Bali tetap terjaga selama rangkaian perayaan Nyepi dan Idul Fitri yang tahun ini dilaksanakan berhimpitan,” kata Wayan Koster.

Pemerintah daerah telah merancang langkah antisipasi jika malam takbiran jatuh bersamaan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret mendatang. Koster mengungkapkan bahwa otoritas terkait masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat mengenai penetapan 1 Syawal. Pihaknya kini terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mematangkan skema pengamanan di lapangan.

“Kalau sekiranya ada umat Muslim yang merayakan Idul Fitri tanggal 20 Maret, maka malam takbirannya bisa terjadi pada 19 Maret yang bertepatan dengan Nyepi,” ujarnya.

Gubernur Koster sudah mengumpulkan seluruh majelis umat beragama guna merumuskan seruan bersama bagi seluruh warga. Para tokoh agama sepakat mendorong umat Muslim melaksanakan takbiran di rumah masing-masing mulai pukul 18.00 WITA. Arahan ini bertujuan menghormati umat Hindu yang sedang melaksanakan catur brata penyepian dalam keheningan total.

“Kalaupun harus ke masjid atau musala, diharapkan dilaksanakan ke lokasi terdekat dengan berjalan kaki, tidak menggunakan pengeras suara, lampu penerang berlebihan dan pawai,” ucap Koster.

Pemerintah Provinsi Bali juga melakukan pemetaan mendalam terhadap lokasi titik kumpul umat Muslim di berbagai wilayah. Hasil pemetaan menunjukkan hanya sebagian kecil kelompok masyarakat yang berpotensi melaksanakan takbiran bertepatan dengan Nyepi. Koster memastikan koordinasi dengan kelompok Muhammadiyah telah berjalan baik guna memastikan ibadah tetap khidmat tanpa mengganggu tradisi lokal.

“Kita sudah perkirakan dan hanya sedikit di Bali, terutama dilaksanakan oleh sameton Muslim Muhammadiyah, ada empat masjid dan jumlahnya juga tak terlalu banyak,” tuturnya.

Koster mengimbau seluruh masyarakat agar mengedepankan sikap saling menghormati demi menjaga kerukunan yang telah lama terbina. Ia menegaskan posisi gubernur adalah memfasilitasi setiap pemeluk agama agar dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan aman. Fenomena pertemuan dua hari besar ini sebenarnya bukan hal baru bagi masyarakat di Pulau Dewata.

“Umat Muslim dan Hindu di Bali dapat menjalankan Idul Fitri dan Nyepi dengan tertib dan disiplin, tetap jaga hubungan harmonis antar umat beragama,” jelas pria kelahiran Desa Sembiran tersebut.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya mengerahkan 2.169 personel kepolisian untuk mengawal kelancaran operasi kemanusiaan selama 13 hari. Polisi akan menerapkan pendekatan preemtif serta preventif secara humanis namun tetap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran. Petugas akan berjaga di 256 masjid dan ratusan titik strategis mulai dari pelabuhan hingga pusat perbelanjaan.

“Operasi ini bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan dan kelancaran arus mudik serta terpeliharanya situasi kamtibmas yang kondusif menjelang, saat hingga pasca pelaksanaan rangkaian Nyepi dan Idul Fitri,” pungkas Daniel. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here