Strategi Polda Bali Menjaga Kekhusyukan Hari Raya Nyepi 2026

0
18
Layanan data seluler dan IPTV di Bali mati total selama 24 jam saat Nyepi 2026. Pemerintah pastikan akses internet objek vital tetap aman.

InfoJembrana.com | DENPASAR- Kepolisian Daerah Bali memperketat pengawasan ruang digital menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 pada Maret mendatang. Langkah ini bertujuan untuk memastikan umat Hindu dapat menjalankan Catur Brata Penyepian dengan penuh ketenangan dan kedamaian. Pemerintah daerah juga sepakat menghentikan sementara layanan data seluler serta siaran televisi lokal di seluruh wilayah Pulau Dewata.

“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga toleransi beragama mengingat jadwal Nyepi berdekatan dengan momentum suci Ramadan,” ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang saat memberikan keterangan resmi di Denpasar.

Kebijakan pemutusan akses komunikasi digital ini akan berlangsung secara serentak selama dua puluh empat jam penuh bagi seluruh pelanggan. Penonaktifan layanan data internet seluler tersebut mulai berlaku pada Kamis pagi tanggal 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Otoritas terkait akan memulihkan kembali koneksi internet dan siaran televisi pada Jumat pagi pukul 06.00 WITA setelah prosesi selesai.

“Layanan internet kabel atau WiFi tetap menyala pada fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor polisi untuk kepentingan darurat,” kata Leonardo menambahkan penjelasan mengenai teknis penghentian layanan tersebut.

Polda Bali memberikan perhatian khusus pada potensi penyebaran konten provokatif yang dapat memicu konflik antargolongan di media sosial. Polisi meminta warga tidak mudah terpancing oleh isu liar yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Fokus utama aparat keamanan adalah menciptakan situasi yang kondusif agar kerukunan umat beragama di Bali tetap terjaga.

“Masyarakat harus bijak menyaring informasi agar tidak terjebak dalam pusaran hoaks yang merusak semangat persatuan di tanah Bali ini,” tutur Leonardo dengan nada tegas.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menginstruksikan seluruh jajaran personel untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas pengamanan. Polisi akan berjaga secara ketat pada titik-titik krusial selama prosesi upacara Melasti dan pengarakan Ogoh-ogoh berlangsung. Kehadiran aparat di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan seluruh rangkaian ritual berjalan dengan tertib.

“Anggota Polri wajib menjadi pelayan masyarakat yang tulus serta profesional dalam mengawal setiap tahapan hari besar keagamaan ini,” ucap Daniel dalam arahan tertulisnya kepada jajaran.

Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga melakukan persiapan matang untuk menyambut penutupan operasional sementara selama hari raya. Pengelola bandara memasang berbagai ornamen khas bernuansa Nyepi dan Ramadan di area terminal penumpang sebagai simbol harmoni. Calon penumpang pesawat diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal agar tidak terjebak kepadatan menjelang penutupan bandara.

“Kami menyiapkan fasilitas pendukung bagi penerbangan darurat yang membutuhkan pendaratan mendadak demi keselamatan nyawa manusia di wilayah udara Bali,” pungkas Leonardo menutup penjelasannya. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here