Imbas Perang Timur Tengah, 40 Penerbangan dari Bali Batal dan Ratusan Turis Tertahan

0
9
Sebanyak 3.197 penumpang internasional terdampar di Bandara Ngurah Rai akibat konflik Timur Tengah. Otoritas Bali siapkan mitigasi darurat.

InfoJembrana.com | BADUNG- Eskalasi konflik geopolitik yang membara di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada jadwal penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Setidaknya 40 jadwal keberangkatan menuju pusat transit utama seperti Doha, Dubai, dan Abu Dhabi terpaksa dibatalkan karena penutupan wilayah udara. Kondisi darurat ini mengakibatkan ratusan wisatawan mancanegara kini terjebak di Pulau Dewata tanpa kepastian jadwal kepulangan menuju negara asal mereka.

“Eskalasi konflik ini telah mengakibatkan setidaknya 40 penerbangan dari Bali menuju Doha, Dubai, dan Abu Dhabi mengalami pembatalan keberangkatan,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali bergerak cepat memberikan kompensasi administrasi bagi para pendatang yang terdampak situasi force majeure tersebut. Otoritas imigrasi kini telah menerbitkan sedikitnya 270 Izin Tinggal Keadaan Terpaksa agar para wisatawan memiliki kepastian hukum selama tertahan. Petugas juga memberikan fasilitas pembebasan biaya denda keterlambatan izin tinggal bagi puluhan warga asing yang memenuhi syarat administrasi kedaruratan.

“Kami memberikan kemudahan pelayanan yang terukur dengan menerapkan layanan satu hari selesai atau sameday service dalam penerbitan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa,” kata Sengky menegaskan langkah taktis instansinya.

Pihak imigrasi telah menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis di wilayah Bali untuk bersiaga penuh dalam merespons dinamika lapangan yang terus berubah. Para wisatawan yang terdampak kini dapat mengurus perpanjangan izin tinggal di kantor imigrasi mana pun tanpa harus mengikuti domisili tempat mereka menginap. Pemerintah menjamin bahwa pengawasan tetap berjalan ketat guna mencegah potensi gangguan ketertiban sosial atau penyalahgunaan aturan di tengah situasi krisis.

“Jajaran Imigrasi Bali berkomitmen penuh untuk proaktif hadir memberikan kepastian layanan keimigrasian yang mudah dan cepat di tengah situasi sulit ini,” tutur Sengky. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here