
InfoJembrana.com | JEMBRANA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik Idulfitri 1447 H yang berdekatan dengan momen Hari Raya Nyepi. Sebanyak 55 unit armada kapal disiagakan untuk melayani penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang selama periode Angkutan Lebaran (Angleb) 2026.
Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengungkapkan bahwa seluruh armada tersebut merupakan kapal reguler yang akan dioperasikan melalui tiga skenario perjalanan: normal, padat, dan sangat padat.
“Kami telah menyiapkan 55 kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Pada setiap skenario, akan ada penyesuaian jadwal serta penambahan intensitas kapal berkapasitas besar guna menjamin kelancaran arus mudik,” ujar Didi usai rapat koordinasi di Mapolres Jembrana, Sabtu 7 Maret 2026.
Di sisi lain, Polres Jembrana tengah bersiap mengawal ritual pengarakan 298 ogoh-ogoh di berbagai banjar menjelang Nyepi. Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas akan diperketat agar tradisi budaya tetap berjalan kondusif tanpa mengganggu alur logistik dan pemudik menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Pihak kepolisian memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 15 hingga 18 Maret 2026. Masyarakat pun diimbau untuk membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy untuk menghindari antrean panjang.
“Manfaatkan promo potongan harga di Ferizy bagi sepeda motor dan kendaraan penumpang,” ujarnya.
Selian itu, Kapolres juga mengingatkan masyarakat khususnya para pemudik untuk memperhatikan jadwal penyeberangan yang akan ditutup total saat perayaan Nyepi, mulai 19 Maret pukul 05.00 WITA dan dibuka kembali pada 20 Maret pukul 06.00 WITA.
Untuk menjaga ketertiban di pelabuhan, Polres Jembrana memastikan seluruh kendaraan harus melalui Terminal Kargo Gilimanuk. Jalur khusus juga telah disiapkan bagi warga lokal agar aktivitas harian mereka tidak terganggu oleh antrean pemudik. CAK/IJN

