Antisipasi Ledakan Pemudik, Terminal Kargo Gilimanuk Mulai Dipasangi Water Barrier

0
30
Petugas dari Polres Jembrana melakukan pemasangan water barrier dan gotong royong pembersihan areal Terminal Kargo menjelang arus mudik Lebaran, Selasa 10 Maret 2026. Sumber foto : Ist/IJN.

InfoJembrana.com | JEMBRANA – Menjelang siklus mudik Lebaran 2026, jajaran Polres Jembrana mulai memperketat skema lalu lintas di pintu keluar Pulau Bali. Pada Selasa 10 Maret 2026, ratusan barrier (pembatas jalan) mulai dipasang di area Terminal Kargo Gilimanuk yang akan disulap menjadi buffer zone atau zona penyangga utama.

Langkah strategis ini diambil untuk memecah konsentrasi kendaraan dan mencegah terjadinya kemacetan di jalur utama Denpasar–Gilimanuk. Dengan difungsikannya Terminal Kargo sebagai kantong parkir sementara, diharapkan antrean menuju pelabuhan dapat terurai lebih tertata.

Meski persiapan telah berjalan, tantangan logistik masih membayangi. Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah memaksimalkan sumber daya yang tersedia sembari menunggu dukungan tambahan.

“Kebutuhan ideal kami sekitar 250 unit barrier, namun saat ini yang tersedia dalam kondisi layak sebanyak 100 unit. Kami akan memaksimalkan jumlah tersebut,” ujar Iptu Aldri.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Polres Jembrana telah mengajukan permohonan bantuan kepada Polda Bali serta instansi terkait lainnya.

Mengingat prediksi volume kendaraan yang akan mencapai puluhan ribu unit, pihak kepolisian menekankan pentingnya manajemen waktu bagi para pemudik. Masyarakat sangat disarankan untuk melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari puncak kepadatan yang diprediksi akan terjadi beberapa hari sebelum Idul Fitri.

Terpisah, Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Kukuh Emanuel menambahkan, pihaknya akan membagi areal buffer zone terminal kargo ini menjadi 14 koridor / gang, dengan rincian 1 koridor berisi 2 lajur kendaraan kecil atau roda empat. “Jadi total ada sekitar 28 lajur kendaraan kecil dan sejenisnya,” jelasnya.

Diperkirakan, areal buffer zone Terminal Kargo, yang memiliki luas sekitar 4 hektar ini, bisa menampung kendaraan roda empat sekitar 700 unit kendaraan. Jumlah tersebut belum termasuk roda dua atau sepeda motor. “Khusus KK (kendaraan kecil) dan sejenisnya menampung 600 hingga 700 unit,” imbuhnya.

Kukuh juga menjelaskan, untuk jalur kendaraan yang melewati gang pemukiman warga dari Terminal Kargo mengarah ke parkir Manuver pelabuhan Gilimanuk hanya menggunakan tiga gang, dari sebelumnya empat gang yang difungsikan. Semua kendaraan yang mengarah ke Pelabuhan Gilimanuk wajib melalui lajur di terminal Kargo, kecuali truk dan bus.

“Jadi untuk khusus pemudik kita gunakan tiga gang, yakni gang 1,2 dan gang 3. Untuk gang 4 kita gunakan untuk aktifitas warga Gilimanuk, sehingga tidak ada kendaraan kecil, roda empat maupun roda dua, yang masuk jalur utama, tetapi semua akan masuk melalui terminal kargo,” paparnya.

Upaya sterilisasi dan penataan arus ini diharapkan mampu menjamin keamanan serta kenyamanan para pengguna jalan yang akan menyeberang menuju Pulau Jawa. CAK/IJN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here