Gelar Agung Pecalang 2026, Ribuan Pecalang Tagih Janji, Gubernur Koster Targetkan Insentif Cair 2027

0
19
Gubernur Bali Wayan Koster berjanji merealisasikan insentif bagi 23.000 Pecalang se-Bali pada tahun 2027. Simak liputan Gelar Agung Pecalang 2026 di Renon. (ist).

InfoJembrana.com | DENPASAR – Suasana khidmat di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, berubah riuh pada Sabtu (7/3/2026). Di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster, belasan ribu pecalang yang hadir dalam acara Gelar Agung Pecalang Bali 2026 serempak menyuarakan tuntutan mereka terkait janji insentif yang belum terealisas

Kejadian menarik terjadi saat Gubernur Koster menyapa peserta apel sebagai Manggala Utama. Bukannya sambutan formal, ribuan pecalang dari 1.500 desa adat justru menyambutnya dengan teriakan “Cair, cair, cair!”. Aksi spontan ini merujuk pada wacana pemberian insentif bagi para petugas keamanan desa adat (Pecalang) yang telah dijanjikan sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak lupa akan komitmennya. Namun, ia menekankan bahwa proses ini memerlukan perencanaan anggaran yang matang.

Gubernur menjelaskan bahwa jumlah pecalang di Bali mencapai sekitar 23.000 orang. Angka yang besar ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Sedang dihitung jumlahnya. Ada sekitar 23 ribu pecalang se-Bali, tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar karena tersebar di 1.500 desa adat. Tapi komitmen itu akan saya jalankan, astungkara tahun 2027,” ujar Koster usai acara.

Ia menambahkan bahwa perhitungan yang cermat sangat penting agar program insentif ini nantinya bisa berjalan secara berkelanjutan (sustainable) dan tidak berhenti di tengah jalan.

Selain isu insentif, Gelar Agung ini digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan pecalang. Mengingat pada tahun 2026, rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 jatuh berdekatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Koster menegaskan bahwa peran pecalang melalui sistem Sipandu Beradat sangat krusial dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan stabilitas keamanan Bali. Penguatan sistem keamanan ini juga telah dimasukkan ke dalam Program Prioritas Pembangunan Bali periode 2025–2030.

Pemerintah Provinsi Bali memandang pecalang bukan sekadar penjaga adat, melainkan benteng pertahanan pariwisata. Oleh karena itu, selain rencana insentif di tahun 2027, pemerintah juga berencana memperkuat sarana dan prasarana pendukung pengamanan di titik-titik strategis seperti Pura Kahyangan Jagat dan destinasi wisata utama.

“Titiang (saya) berharap momentum ini digunakan untuk penguatan tekad pecalang untuk menjaga adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali,” pungkasnya. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here