
InfoJembrana.com | JEMBRANA – Sebanyak lima kelompok nelayan di Pantai Air Kuning, Jembrana, menjadi korban keganasan angin kencang yang terjadi pada Rabu malam 4 Maret 2026. Musibah ini mengakibatkan belasan perahu terbalik dan peralatan melaut hilang ditelan ombak.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Jembrana, peristiwa bermula sekitar pukul 23.00 WITA saat para nelayan tengah melaut di sekitar perairan Rambut Siwi. Secara tiba-tiba, angin kencang menerjang yang memicu kepanikan dan membuat perahu-perahu nelayan kehilangan keseimbangan hingga terbalik.
Kalaksa BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan kaji cepat di lokasi kejadian pada Kamis pagi.
“Beberapa perahu nelayan mengalami kerusakan serius dan kehilangan alat kerja. Beruntung, rekan-rekan nelayan di sekitar lokasi dengan sigap memberikan pertolongan, sehingga seluruh korban berhasil diselamatkan,” ujar Agus Artana, dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat 6 Maret 2026.
Hingga saat ini, BPBD Jembrana mencatat kerugian materiil yang cukup signifikan dari beberapa pemilik perahu, di antaranya, Muhajirin, mengalami kerusakan pada 3 unit mesin, 1 unit genset, serta 13 unit lampu berkekuatan 300 watt. Mishud, kehilangan 1 unit genset di laut, serta kerusakan pada 2 unit mesin dan 8 unit lampu.
Sedangkan Saiful Bahri, mengalami kerugian paling berat dengan hilangnya genset dan 9 unit lampu, serta patahnya komponen katir (penyeimbang) perahu dan Madolah, mengalami kerusakan pada bagian katir dan bayungan.
Sementara untuk nelayan asal Kombading, data kerugian masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian ekonomi yang diderita para nelayan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Proses evakuasi perahu yang terbalik telah selesai dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jembrana bersama warga setempat.
Saat ini, situasi di Pantai Air Kuning dilaporkan sudah kondusif. Namun, pihak BPBD mengimbau para nelayan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat kembali melanda perairan Jembrana. CAK/IJN

