
InfoJembrana.com | BADUNG- Ribuan penumpang internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai kini mengalami ketidakpastian jadwal akibat eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah (Timteng). Sebanyak 3.197 orang pemegang tiket penerbangan jarak jauh terpaksa tertahan di terminal keberangkatan sejak Rabu malam kemarin. Penutupan ruang udara di wilayah Teluk memicu pembatalan masif yang berdampak langsung pada mobilisasi ribuan pelancong mancanegara.
“Kami mencatat sebanyak 3.197 orang penumpang terkena dampak langsung dari pembatalan ini, naik drastis dari angka sebelumnya,” ujar Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi.
Kondisi penumpukan penumpang internasional di Bali meningkat tajam hingga dua kali lipat dibandingkan laporan periode awal sebelumnya. Para pelancong yang didominasi oleh warga asing tersebut kini sedang menunggu kepastian dari pihak maskapai terkait jadwal perjalanan. Mereka terlihat memenuhi area pusat informasi guna menanyakan status penerbangan menuju Dubai, Doha, hingga wilayah Teheran.
“Jumlah penumpang terdampak naik drastis menjadi 3.197 orang dari angka awal yang hanya sebanyak 1.618 orang penumpang saja,” kata Gede.
Maskapai Emirates dan Qatar Airways tercatat sebagai perusahaan yang paling banyak mengangkut ribuan penumpang terdampak di terminal internasional. Sebagian besar penumpang internasional di Bali tersebut merupakan wisatawan yang hendak kembali ke negara asal melalui jalur transit. Penutupan koridor udara di atas wilayah Iran dan sekitarnya membuat perjalanan mereka menjadi sangat berisiko bagi keselamatan.
“Pihak maskapai mengambil keputusan sulit ini demi menjamin keselamatan seluruh penumpang selama melintasi wilayah udara yang sedang berisiko,” tuturnya.
Manajemen Angkasa Pura Indonesia kini memperkuat koordinasi dengan maskapai untuk memberikan kepastian layanan bagi ribuan penumpang yang terdampar. Otoritas bandara menyediakan fasilitas tambahan di area terminal guna menjaga kenyamanan masyarakat selama menunggu kejelasan jadwal ulang. Para penumpang internasional di Bali juga mendapatkan opsi pengembalian dana penuh atau penjadwalan ulang sesuai dengan prosedur maskapai.
“Kami memastikan setiap hak penumpang tetap terpenuhi melalui koordinasi intensif bersama seluruh perwakilan maskapai yang terdampak langsung,” ungkapnya.
Personel keamanan bandara terus bersiaga penuh untuk memantau pergerakan ribuan orang di area keberangkatan agar suasana tetap kondusif. Meskipun terjadi penumpukan penumpang internasional di Bali, operasional untuk rute domestik dilaporkan masih berfungsi secara sangat normal. Wisatawan yang tidak melewati jalur Timur Tengah dapat melanjutkan perjalanan mereka tanpa perlu merasa khawatir terhadap gangguan jadwal. (GA/IJN).

