Hening Tanpa Gawai, Paket Data Mati, Koneksi Objek Vital Tetap Nyala Saat Nyepi 2026

0
20
Layanan data seluler dan IPTV di Bali mati total selama 24 jam saat Nyepi 2026. Pemerintah pastikan akses internet objek vital tetap aman.

InfoJembrana.com | DENPASAR- Pemerintah Provinsi Bali nantiya akan resmi menonaktifkan layanan data seluler dan Internet Protocol Television selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi tahun 2026 ini. Kebijakan ini bertujuan menjaga kekhusyukan umat Hindu saat menjalani seluruh rangkaian ibadah Catur Brata Penyepian secara khidmat. Pemutusan akses digital secara serentak tersebut mulai berlaku tepat pukul 06.00 WITA hingga keesokan harinya di seluruh wilayah.

“Kami ingin memastikan masyarakat Bali dapat melaksanakan ibadah dengan tenang tanpa gangguan dari riuhnya aktivitas di dunia maya,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana.

Langkah teknis ini melibatkan koordinasi ketat antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Operator seluler akan memutus sinyal internet pada ponsel pintar namun tetap menyalakan fungsi dasar komunikasi telepon. Masyarakat tetap dapat menggunakan layanan pesan singkat atau SMS hanya untuk kepentingan koordinasi yang bersifat sangat mendesak.

“Pemutusan layanan data seluler ini merupakan agenda rutin tahunan yang sudah menjadi kesepakatan bersama antara pemerintah dan tokoh agama,” katanya.

Berbeda dengan data seluler, layanan internet berbasis kabel atau WiFi di rumah dan perhotelan tetap menyala secara normal. Pemerintah menekankan kesadaran moral setiap individu agar tidak menyalahgunakan koneksi tersebut untuk konten hiburan yang melanggar esensi Nyepi. Kebijakan ini menghargai privasi serta kebutuhan mendasar bagi warga yang tetap harus memantau kondisi kesehatan keluarga mereka.

“Penyedia jasa internet kabel tidak mematikan jaringan mereka namun kami mengimbau warga agar tetap bijak dalam menggunakan fasilitas tersebut,” tuturnya.

Otoritas menjamin ketersediaan konektivitas internet dan layanan telekomunikasi pada seluruh objek vital serta tempat-tempat strategis di Bali. Fasilitas publik seperti rumah sakit, kantor kepolisian, dan markas militer tetap mendapatkan prioritas akses komunikasi tanpa gangguan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga mendapatkan pengecualian khusus guna memfasilitasi koordinasi cepat jika terjadi situasi darurat yang mengancam nyawa.

“Objek vital tetap harus terkoneksi dengan internet agar pelayanan kesehatan dan keamanan masyarakat tidak terhenti selama masa penyepian berlangsung,” tegasnya.

Layanan darurat lainnya yang memerlukan penanganan segera juga dipastikan tetap beroperasi dengan dukungan penuh dari infrastruktur telekomunikasi yang tersedia. Diskominfos Bali secara masif memberikan sosialisasi melalui pengiriman pesan singkat massal kepada seluruh penduduk di wilayah Pulau Dewata. Pesan tersebut berisi peringatan agar warga melakukan antisipasi dini sebelum jadwal pemutusan jaringan internet seluler tersebut dimulai secara resmi. (GA/IJN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here